Bantu Ekonomi Desa, ITS Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

- Publisher

Minggu, 20 Desember 2020 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemasangan turbin dalam PLTMH oleh warga Desa Puncu, Kediri /Ist

i

Pemasangan turbin dalam PLTMH oleh warga Desa Puncu, Kediri /Ist


Bicarasurabaya.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan pengabdian masyarakat (Abmas) berupa pemanfaatan aliran air di desa untuk memproduksi energi listrik.

Kegiatan KKN Abmas yang dilaksanakan di Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian desa setempat.

Pembimbing kegiatan Abmas dan KKN ITS, Ahmad Fauzan Adziima menjelaskan, instalasi teknologi tepat guna berupa Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan listrik desa terhadap PLN. Selain itu, pembangunan PLTMH juga ditujukan untuk memanfaatkan potensi daerah Desa Puncu yang memiliki banyak aliran air.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

PLTMH merupakan pembangkit listrik yang dapat memanfaatkan aliran air dengan kapasitas kurang dari 1 megawatt (MW). Produksi ini didukung oleh aliran air desa yang menurut pantauan tim ITS memiliki debit masing-masing 0,9 meter kubik per detik dengan rata-rata kecepatan aliran 0,5 meter per detik.

Baca Juga:  Jadwal SNMPTN dan UTBK - SBMPTN Resmi Diluncurkan, ITS Siapkan Sosialisasi

“Dari fakta ini dapat disimpulkan bahwa Desa Puncu memiliki potensi untuk dapat menghasilkan 200 – 1.000 watt listrik secara mandiri tanpa harus bergantung pada listrik PLN,” kata Fauzan dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Jum’at (18/12/2020).

Pemasangan PLTMH ini, diawali dengan analisis keperluan dan juga sambungan pipa air yang kemudian diikuti dengan instalasi turbin.

Selanjutnya, kata Fauzan, turbin disambungkan dengan katrol mekanik dan sabuk kipas untuk memutar generator berkapasitas 220 V/13,6 A. Saat ini listrik yang dihasilkan masih berkisar pada 160-190 Volt atau dengan daya rata-rata 200- 220 Watt.

Baca Juga:  Mahasiswa Ilmu Komunikasi Edukasi Pelajar SMA Tentang Konten dan Algoritma

“Ke depannya akan ada penambahan turbin sehingga mendapat tambahan energi,” ujar dosen Departemen Teknik Instrumentasi ITS ini.

Listrik yang telah dihasilkan nantinya digunakan untuk menyuplai kebutuhan-kebutuhan umum seperti penerangan jalan umum (PJU), tempat penampungan air, dan juga tempat ibadah.

Produksi energi listrik secara mandiri ini akhirnya dapat mengurangi ketergantungan Desa Puncu terhadap listrik dari PLN. “Ini menjadi solusi dan inovasi untuk mengurangi konsumsi energi listrik PLN,” tambah Fauzan.

Di sisi lain, Fauzan menyebut, Desa Puncu memiliki kegiatan UMKM produktif dengan komoditas berupa abon cabe dan kopi Kelud. Kegiatan produksi komoditas tersebut masih sangat bergantung pada listrik dari PLN.

Listrik hasil produksi PLTMH ini pun direncanakan akan menyuplai untuk meningkatkan keuntungan dari UMKM Kelompok Swadaya Mandiri Lamor Kelud Sejahtera tersebut.

Baca Juga:  Bekali Literasi Media, Dosen Muda Ilmu Komunikasi Gelar “Ngaji Jurnalistik” di Asrama Bibit Unggul

Fauzan pun mengungkapkan, PLTMH ini memberikan manfaat yang lebih luas lagi kepada masyarakat Desa Puncu. Selain sebagai pembangkit listrik dan penghasil energi, PLTMH ini bisa digunakan sebagai sarana edukasi kepada para pemuda dan anak-anak di desa tersebut.

Selain itu, sejauh progres tahun ini, sejak bulan November lalu tim Abmas dan KKN ITS tersebut telah melakukan penyuluhan kepada para warga setempat mengenai perawatan PLTMH.

Ke depannya, Fauzan menyatakan, tim ITS berencana untuk mengadakan kegiatan berupa workshop mengenai pembuatan pembangkit listrik ini.

“Untuk periode tahun berikutnya, akan diadakan workshop untuk membuat desain dan membuat sendiri turbinnya,” tutup dia. (BS02)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB