Tangani Covid-19, Kemenristek/BRIN Pesan 10 Unit Robot Medical ke ITS

- Publisher

Jumat, 18 Desember 2020 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sepuluh unit RAISA dan 35 perangkat pembuka pintu otomatis yang telah selesai diproduksi oleh ITS /Ist

i

Sepuluh unit RAISA dan 35 perangkat pembuka pintu otomatis yang telah selesai diproduksi oleh ITS /Ist


BicaraSurabaya.com – Robot Medical Assistant ITS – Unair (RAISA) kembali dipercaya oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) untuk diproduksi secara massal dalam penanganan Covid-19.

Akhir tahun ini, Kemenristek/BRIN pun memesan 10 unit RAISA dan 35 perangkat pembuka pintu otomatis untuk ditempatkan di rumah sakit yang tersebar di Indonesia.

Ketua Tim Pengembang Robot RAISA, I Ketut Eddy Purnama menjelaskan, bahwa 10 unit tersebut terdiri dari lima robot RAISA untuk Intensive Care Unit (ICU) dan lima robot RAISA untuk High Care Unit (HCU).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua unit RAISA sudah dilakukan kontrol kualitas dengan menjalankannya sampai beberapa jam dengan jarak sampai lebih dari satu kilometer,” kata Ketut, Kamis (17/12/2020).

Ketut menyebut, RAISA HCU akan digunakan untuk membantu tenaga medis dalam mengantarkan makanan, minuman, obat, barang pribadi milik pasien, dan komunikasi dua arah antara pasien dan tenaga medis. Sedangkan, RAISA ICU, dibekali kamera khusus yang digunakan untuk mengontrol tanda vital pasien, tetesan infus, hingga kantong urin pasien.

Baca Juga:  ITS Pertahankan Juara Umum KRI Empat Kali

“Dengan kemampuan itu, tenaga medis dapat memperkirakan kondisi pasien Covid-19 di ICU dengan tepat dan real time, tanpa perlu mendatanginya,” terangnya.

Dekan Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS ini menyatakan, meski tidak ada fitur khusus yang dipesan, tapi kini RAISA telah dilengkapi beberapa fitur terbaru. Fitur tersebut memungkinkan robot RAISA untuk dapat mudah dilacak dalam jaringan komunikasi.

“Fitur tersebut akan membuat operator RAISA dapat menjalankan robot yang satu dengan yang lain dengan lebih mudah,” papar dosen Departemen Teknik Komputer ini.

Selain itu, kata dia, fitur lain yang ditambahkan adalah fitur pencatatan penggunaan robot RAISA per operator yang dihitung dari jarak tempuh robot dalam waktu yang ditentukan. Adanya fitur tersebut, memungkinkan kinerja dari operator juga dapat dipantau.

Baca Juga:  Parkiro, Aplikasi Parkir Cerdas Ala Mahasiswa ITS

“Diharapkan pengoperasian RAISA dapat seperti bermain gim. Operator yang bersangkutan akan memperoleh skor tertinggi apabila RAISA yang dikendalikannya banyak digunakan,” kata Ketut.

Melengkapi keberadaan RAISA, perangkat pembuka pintu otomatis ini akan menambah keefektifan kinerja RAISA. Perangkat tersebut membuat pintu dapat dibuka atau ditutup dari jauh oleh operator RAISA.

Tidak hanya itu, Ketut menyebut, penggerak pintu juga dapat secara otomatis menutup pintu apabila belum tertutup dengan sempurna atau dibuka oleh tenaga medis lain.

“Dengan adanya fitur ini, maka pintu akan selalu dipastikan menutup sehingga virus Covid-19 tidak menyebar ke wilayah lain selain ruang isolasi,” imbuhnya.

Sepuluh unit RAISA dan 35 perangkat pembuka pintu tersebut akan didistribusikan ke Pulau Sumatra, Jawa dan Bali.

Baca Juga:  Bantu Dongkrak Sektor Pariwisata, Mahasiswa ITS Gagas VR Tourism

Tidak sekedar didistribusikan, namun ITS juga akan memberikan pelatihan lebih dulu tentang penggunaan robot RAISA secara daring maupun luring kepada tenaga medis di masing-masing rumah sakit tujuan. RAISA juga diberikan garansi setahun suku cadang dan setahun service.

Bagi Ketut, kepercayaan dari Kemenristek/BRIN ini bermakna bahwa produk inovasi ITS yang berkolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair) ini telah diakui. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa RAISA dan perangkatnya diperlukan oleh tenaga medis dalam merawat pasien Covid-19 di Indonesia.

Besar harapan dari Ketut agar robot RAISA dapat benar-benar digunakan dan bermanfaat untuk penanganan pasien Covid-19 di Indonesia. “Khususnya untuk membantu paramedis dalam bertugas sekaligus menghindarkan paramedis tertular virus selama pandemi ini,” tandasnya. (BS02)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB