10 Tahun Wali Kota Risma, Pengelolaan Sampah Sudah Bisa Jadi Listrik

- Publisher

Jumat, 11 Desember 2020 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLTSa Benowo yang sudah bisa menghasilkan listrik/ist

i

PLTSa Benowo yang sudah bisa menghasilkan listrik/ist


Bicarasurabaya.com – Selama 10 tahun kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, pengelolaan sampah di Kota Pahlawan terus disempurnakan. Bahkan, di masa Wali Kota Risma ini pengelolaan sampah sudah bisa menghasilkan listrik.

“Jadi, pengelolaan dari hulu hingga hilirnya kami terus sempurnakan. Alhamdulillah perlahan sudah berhasil dan bahkan sudah bisa menghasilkan listrik sekarang,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya, Anna Fajriatin, Jumat (11/12/2020).

Baca Juga:  Dua Srikandi Pemkot Surabaya Tak Canggung Terjun ke Saluran Bersihkan Lumpur dan Sampah

Menurut Anna, saat ini sudah ada sebanyak 533 bank sampah di berbagai titik di Surabaya. Selain itu, saat ini pihaknya sudah menyalurkan 10 ribu magot untuk 500 kampung peserta SSC (Surabaya Smart City) 2020.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Salah satu fungsinya magot ini untuk mengurangi sampah rumah tangga,” tegasnya.

Di samping itu, kini di Surabaya sudah ada 8 lokasi Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) 3R (Reduce, Reuse, Recyle) di beberapa tempat di Surabaya, ada pula 28 rumah kompos di berbagai titik di Surabaya.

Baca Juga:  Masih Jadi Primadona, Pengunjung KBS Tembus 17.801 dalam Empat Hari Libur Lebaran

“Pengelolaan sampah di Surabaya juga sudah bisa menghasilkan listrik di PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) Benowo,” ujarnya.

Yang paling penting juga, lanjut dia, kampung-kampung di Surabaya juga diajari cara mengolah sampah, sehingga sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Benowo tidak terlalu banyak meski pertumbuhan penduduk semakin meningkat.

“Makanya di Surabaya persoalan sampah relatif bisa dikendalikan,” pungkasnya. (BS01)

Berita Terkait

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB