Bicarasurabaya.com – Sebelum memulai Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka jenjang SMP, Pemkot Surabaya terlebih dahulu melakukan swab secara masif kepada pelajar kelas 3 SMP negeri maupun swasta.
Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, pada pelaksanaan di hari pertama, Rabu (25/11) kemarin, ada 4.896 pelajar dari 17 sekolah yang mengikuti swab. Pelajar ini merupakan siswa kelas 3 jenjang SMP.
“Sebenarnya untuk jumlah pelajar kelas 1 – 3 SMP yakni 12 ribu. Tetapi kali ini swab khusus untuk kelas 3 dengan total 4.896 siswa kemarin dan hari ini,” kata Febriadhitya, Kamis (26/11/2020).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari angka tersebut, kata Febri, setelah dihitung jumlah pelajar yang mengikuti swab kemarin mencapai 2.647 pelajar. Kemudian sisanya akan berlangsung pada hari ini.
“Ada sekitar 2.249 siswa yang belum swab. Karena kadang ada orang tua yang terkendala tidak bisa mengantar anaknya,” ungkap dia.
Rencananya sekolah tatap muka untuk pelajar kelas 3 SMP itu akan berlangsung pada awal Desember 2020. Oleh sebab itu, berbagai persiapan telah dilakukan Pemkot Surabaya dari mulai tes swab guru, karyawan sekolah dan sekarang swab bagi pelajar. Sedangkan, untuk kelas 1 dan 2, swab akan dilaksanakan pada awal tahun mendatang.
“Ini bertahap ya, jadi saat sekolah tatap muka dimulai maka dipastikan seluruhnya negatif Covid-19. Tetapi tetap dengan protokol kesehatan (prokes) yang begitu ketat,” terang Febri.
Sementara untuk mekanisme pelaksanaan swab, Febri menyebut, para pelajar cukup datang ke sekolah. Kemudian, petugas dari puskesmas yang mendatangi sekolah tersebut sesuai dengan masing-masing wilayah. Seperti SMPN 1 Surabaya, petugas Puskesmas yang datang berasal dari Ketabang, Rangkah, Pacar Keling dan Gading.
“Tesnya di sekolah masing-masing. Artinya puskesmas yang mendatangi, siswa cukup datang ke sekolah saja,” terang dia.
Febri menambahkan, sebenarnya pada pelaksanaan swab kemarin, diikuti 18 sekolah SMP. Namun, karena ada salah satu sekolah yang mengundurkan diri maka berkurang menjadi 17 sekolah. Rinciannya, yakni SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 10, SMPN 12, SMPN 15, SMPN 19, SMPN 26, SMPN 28, SMPN 46, SMPN 62, SMPN 17 Agustus 1945, SMP Al-Hikmah, SMP Giki 2, SMP Kristen YBPK 1, SMP Santa Maria, SMP Santo Carolus.
“Seharusnya jumlah siswa 5.222 tetapi satu sekolah yang mengundurkan diri menjadi 4.896 pelajar,” pungkas dia. (BS02)









