Sebelum Pencoblosan, Seluruh Petugas KPPS Surabaya Bakal Dites Swab

- Publisher

Selasa, 24 November 2020 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simulasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sebelum pandemi Covid-19 /Ist

i

Simulasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sebelum pandemi Covid-19 /Ist


Bicarasurabaya.com – Pemkot Surabaya bakal melakukan test swab kepada seluruh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Pahlawan. Ini dilakukan agar pelaksanaan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 mendatang, berlangsung aman dengan protokol kesehatan (prokes).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, sesuai dengan permintaaan KPU beberapa waktu lalu, pihaknya akan melakukan tes swab serentak pada seluruh petugas KPPS se-Surabaya. Pelaksanaan tes swab akan dilaksanakan tujuh hari menjelang pencoblosan, 9 Desember 2020 mendatang.

“Ini kan untuk keamanan bersama, jadi ya tidak apa-apa. Supaya warga atau pemilih yang datang tidak ragu untuk melakukan pencoblosan,” kata Risma di Balai Kota Surabaya, Senin (23/11/2020).

Ia menjelaskan, saat ini puskesmas di Surabaya sudah bisa melakukan swab secara mandiri. Oleh sebab itu, pelaksanaan tes swab akan dilakukan di puskesmas. Terlebih, apabila petugas KPPS harus mengenakan baju hazmat, maka pemkot akan memberikan Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hazmat sesuai kebutuhan.

“Monggoh (silahkan) bagaimana baiknya. Pagi ini kita dapat baju hazmat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Lalu jika dibutuhkan tatanan (nampan) untuk menerima e-KTP pemilih, maka akan kami bantu juga tidak apa-apa,” urainya.

Baca Juga:  KPU Surabaya Sebut Distribusi C6 dari KPPS ke DPT Capai 80 Persen Lebih

Presiden UCLG ASPAC ini pun mengimbau kepada seluruh warga Surabaya untuk menggunakan hak pilihnya pada tanggal 9 Desember mendatang. Menurutnya, pemilih tidak perlu khawatir akan prokes. Sebab, di TPS tersebut dipastikan akan memperketat prokes.

“Tadi juga disebutkan bahwa diundangan akan disertakan jam setiap pemilih. Diharapkan dari situ tidak terjadi penumpukan masyarakat. Tapi jika ada yang tidak sesuai jamnya, maka tetap akan dilayani. Kami juga berikan sarung tangan saat di lokasi dan juga pulpen yang sudah disiapkan,” tegas dia.

Baca Juga:  Sejumlah Fasilitas Publik Dirusak Oknum Pendemo, Risma Turun Tangan

Akan tetapi, apabila masyarakat masih ragu, Risma mempersilahkan warga untuk membawa peralatan pelindung sendiri dari rumah. Misalnya, sarung tangan, hand sanitizer atau pulpen. Ia berharap saat pelaksanaan pilkada serentak tidak ada satu pun warga yang tidak menggunakan hak pilihnya.

“Karena akan menentukan bagaimana Surabaya lima tahun ke depan. Kalau sampai tidak memilih (golput) maka warga juga akan rugi. Jadi ayo datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS),” pesan dia. (BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB