Bicarasurabaya.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggratiskan tarif Trans Jatim di seluruh koridor pada Senin (12/10/2026). Kebijakan ini berlaku selama satu hari untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Program tersebut berlaku untuk seluruh koridor Trans Jatim, mulai dari kawasan Gerbangkertasusila hingga Malang Raya. Namun, layanan Trans Jatim Luxury tidak termasuk dalam program tarif gratis ini.
“Selama satu hari pada 12 Oktober 2026, masyarakat dapat menggunakan layanan Trans Jatim tanpa dipungut biaya sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 Jatim,” kata Khofifah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Khofifah berharap kebijakan ini bisa dimanfaatkan masyarakat, termasuk warga yang belum pernah menggunakan layanan bus tersebut. Selain memeriahkan HUT Jatim, program ini ditujukan untuk mendorong masyarakat semakin mengenal dan menggunakan transportasi publik dalam aktivitas sehari-hari.
Menurut Khofifah, Trans Jatim dapat menjadi pilihan mobilitas masyarakat untuk menjangkau tempat kerja, sekolah, pusat layanan, kawasan ekonomi, hingga berbagai kegiatan sosial.
Pada hari normal, tarif Trans Jatim sebesar Rp 5.000 untuk penumpang umum dan Rp 2.500 bagi pelajar. Pembayaran dilakukan secara nontunai melalui QRIS, kartu uang elektronik, dan aplikasi resmi yang tersedia.
Selain menggratiskan tarif, Pemprov Jatim juga menyiapkan pengembangan layanan Trans Jatim di kawasan Malang Raya. Koridor II Malang Raya ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Oktober 2026.
Koridor baru ini akan menghubungkan Terminal Arjosari di Kota Malang dengan Terminal Talangagung di Kepanjen, Kabupaten Malang. Rute bus dimulai dari Terminal Arjosari, melintasi kawasan Jalan Sulfat dan Terminal Hamid Rusdi, kemudian menuju wilayah Kabupaten Malang, termasuk Bululawang dan Gondanglegi, hingga berakhir di Terminal Talangagung.
Panjang rute tersebut diperkirakan mencapai 49 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 45 menit hingga 1 jam 50 menit.
Sebanyak 15 bus disiapkan untuk melayani koridor ini. Dari jumlah tersebut, 14 bus akan dioperasikan, sedangkan satu unit lainnya disiapkan sebagai armada cadangan.
Kehadiran koridor baru ini diharapkan memperluas akses transportasi publik bagi masyarakat Kota dan Kabupaten Malang, sekaligus mendukung mobilitas antarkawasan. (BS/za)











