Bicarasurabaya.com – Pabrik sepatu PT Esa Kalen Jaya di Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto, terbakar hebat saat sekitar 270 karyawan masih bekerja, Kamis (17/9/2026). Api yang membesar dari gudang bahan baku membuat para karyawan berhamburan menyelamatkan diri.
Informasi yang dihimpun, api pertama kali terlihat sekitar pukul 10.15 WIB dari gudang bahan baku di lantai 2. Saat itu seluruh karyawan masih menjalankan aktivitas produksi di sejumlah bagian pabrik. Melihat cepat membeesar, karyawan langsung berlalri keluar gedung.
Dugaan awal penyebab kebakaran berkaitan dengan aktivitas pengelasan saat renovasi di lantai 2. Percikan las diduga mengenai spons yang kemudian membuat api cepat merambat ke bahan-bahan lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan seluruh karyawan berhasil dievakuasi ke tempat aman. Tidak ada laporan korban luka dalam kejadian tersebut.
“Begitu ada kebakaran, semua karyawan bisa dievakuasi ke tempat yang aman,” kata Rinaldi.
Api kemudian membakar gudang bahan baku dan merembet ke gedung produksi di sebelahnya. Kedua bangunan tersebut terdiri dari dua lantai dengan ukuran sekitar 18 x 300 meter.
Di dalam gedung produksi terdapat mesin dan produk sepatu siap jual. Sementara di sisi lain gudang terdapat bangunan sablon. Karyawan sempat berupaya mengeluarkan peralatan dan bahan sebelum api mendekati area tersebut.
Sedikitnya enam truk pemadam kebakaran, satu mobil Baracuda polisi dan enam truk tangki air dikerahkan untuk menangani kebakaran. Hingga sekitar pukul 13.00 WIB, petugas masih berjibaku memadamkan api di bagian belakang gudang bahan baku.
Besarnya material yang terbakar menjadi salah satu kendala pemadaman. BPBD menyebut bahan-bahan di dalam gudang sangat mudah terbakar sehingga petugas juga melakukan pembasahan untuk mencegah api merembet ke bagian lain.
“Teman-teman begitu datang langsung melakukan pembasahan untuk mencegah api merembet ke daerah yang lain,” ujar Rinaldi.
Petugas masih melakukan pemadaman dan pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul. Sementara itu, nilai kerugian akibat kebakaran belum dapat dipastikan. (BS/za)











