Call Taker 112 Surabaya Tak Sekadar Angkat Telepon, Ini yang Dilakukan

- Publisher

Selasa, 15 September 2026 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ruang Command Center 112 Surabaya

i

Ruang Command Center 112 Surabaya

Bicarasurabaya.com – Panggilan ke Command Center 112 Surabaya tidak berhenti pada petugas yang mengangkat telepon. Di balik laporan warga, ada call taker yang harus menggali informasi, menilai kondisi darurat, hingga menentukan respons yang dibutuhkan.

Call taker juga dibekali kemampuan Psychological First Aid (PFA) untuk menghadapi pelapor dalam kondisi panik atau membutuhkan pendampingan psikologis.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya Linda Novanti mengatakan call taker menjadi bagian penting dalam menentukan penanganan sejak laporan pertama diterima.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Call taker tidak hanya menerima telepon. Mereka sudah dibekali PFA sehingga bisa melakukan asesmen awal dan menentukan langkah berikutnya,” kata Linda, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga:  Sepanjang 2025 Surabaya Fokus Bangun Rumah Pompa dan Drainase, Titik Banjir Turun Jadi 38

Saat menerima laporan, petugas menggali kondisi yang dialami warga sekaligus memastikan lokasi kejadian. Informasi tersebut kemudian dikoordinasikan dengan petugas teknis maupun pos terdekat agar respons lapangan bisa segera dilakukan.

Proses penanganan laporan di Command Center 112 juga didukung tenaga medis. Mereka dapat memberikan panduan awal kepada warga sembari menunggu petugas tiba di lokasi.

“Kadang warga tidak tahu harus melakukan apa. Jadi bisa diarahkan dulu, jangan panik, kemudian diberikan langkah awal sambil menunggu tenaga medis datang,” ujar Linda.

Selain tenaga medis, terdapat psikolog dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya yang bersiaga di ruang Command Center.

Baca Juga:  Program Pemuda Tangguh Surabaya Selamatkan Devina Shafira dari Putus Kuliah

Psikolog tersebut bertugas dalam tiga shift untuk menangani laporan yang membutuhkan pendampingan psikologis.

Menurut Linda, dukungan psikolog diperlukan karena kondisi darurat tidak selalu berkaitan dengan kecelakaan, bencana, atau persoalan medis. Ada pula warga yang membutuhkan bantuan ketika menghadapi kondisi krisis.

Dalam situasi seperti itu, call taker berupaya menjaga komunikasi dengan pelapor, menenangkan kondisi, sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait agar penanganan segera dilakukan.

Selain menilai kondisi pelapor, call taker juga harus memastikan informasi lokasi cukup jelas. Hal ini penting agar petugas lapangan tidak salah menuju titik kejadian.

Baca Juga:  24,9 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jatim saat Lebaran 2026

Jika lokasi sulit ditemukan atau informasi yang diberikan belum lengkap, petugas akan kembali menghubungi pelapor untuk melakukan verifikasi.

Warga juga dapat mengirimkan foto dan koordinat lokasi melalui WhatsApp Command Center 112 di nomor 081131112112. Informasi tersebut membantu petugas memastikan titik kejadian sebelum melakukan penanganan.

“Call taker bukan sekadar petugas yang menerima telepon. Mereka merupakan bagian penting dari sistem penanganan kedaruratan,” kata Linda.

Dengan mekanisme tersebut, laporan yang masuk tidak hanya diteruskan ke petugas lapangan. Informasi terlebih dahulu dinilai agar respons yang diberikan sesuai dengan kondisi warga dan tingkat kedaruratannya. (BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB