Pemkot Surabaya Koordinasikan Pemasangan Sensor Monitoring Sesar

- Publisher

Sabtu, 12 September 2026 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simulasi mitigasi bencana gempa bumi (dok. BPBD Surabaya)

i

Simulasi mitigasi bencana gempa bumi (dok. BPBD Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengoordinasikan rencana pemasangan alat sensor monitoring untuk memantau aktivitas sesar yang melintasi Kota Pahlawan. Langkah tersebut dilakukan pemkot bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai bagian dari upaya memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Pemkot Surabaya telah berkoordinasi dengan pihak ITS terkait kebutuhan alat sensor monitoring tersebut. Menurutnya, pembahasan mengenai pemasangan alat masih dalam tahap koordinasi, termasuk mengenai lokasi pemasangannya.

“Kita sudah koordinasikan dengan teman-teman ITS terkait alat sensor ini,” kata Eri, Sabtu (12/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, keberadaan sesar di Surabaya bukan merupakan hal baru. Kota Pahlawan diketahui dilalui dua segmen sesar, yakni Sesar Surabaya dan Sesar Waru yang merupakan bagian dari sistem sesar di Pulau Jawa.

Baca Juga:  Kompak Pakai Kemeja Hitam, Eri Cahyadi Nyoblos Bareng Keluarga

“Dari dulu sesar itu sudah ada ya. Ada Sesar Waru sama Sesar Surabaya. Ada yang melewati beberapa wilayah. Karena itu kemarin saya minta untuk Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) melakukan sosialisasi,” tuturnya.

Menurutnya, selain penguatan pemantauan, kesiapsiagaan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi bencana. Sosialisasi diperlukan agar masyarakat mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila sewaktu-waktu terjadi gempa.

“Nudzubillah min dzalik, kalau ada kejadian, maka evakuasinya seperti apa? Lari di mana? Itu sudah dilakukan Kepala BPBD. Karena memang Surabaya dilewati sesar dua itu, Sesar Surabaya dan Sesar Waru,” katanya.

Baca Juga:  Soal Kriteria Calon Kepala Dinas, Eri Cahyadi: Mudah Diwawancarai Wartawan

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Irvan Widyanto mengimbau masyarakat agar tidak panik dengan adanya sesar di Kota Pahlawan. Menurutnya, keberadaan sesar tidak berarti gempa akan terjadi dalam waktu dekat.

“Bukan berarti adanya sesar tersebut bakal terjadi gempa sekarang atau sebentar lagi. Tapi, masyarakat tetap penting untuk mengetahui risikonya,” kata Irvan.

Irvan menjelaskan, sesar tersebut memiliki jalur panjang yang membentang dari barat hingga timur Pulau Jawa. Di Jawa Timur, jalur tersebut dikenal sebagai Patahan atau Sesar Kendeng. Sementara di Surabaya, Sesar Kendeng memiliki dua segmen, yakni Sesar Surabaya dan Sesar Waru.

Karena adanya dua segmen sesar tersebut, Irvan menilai masyarakat perlu memahami potensi risiko sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa. “Kesadaran terhadap risiko bencana perlu dibangun mulai dari setiap individu,” imbuhnya.

Baca Juga:  Satpol PP Fasilitasi PKL Pasar Keputran yang Ingin Jualan di Stand PD Pasar Surya

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Pemkot Surabaya melalui BPBD rutin melakukan sosialisasi dan edukasi terkait kedaruratan. Kegiatan tersebut menyasar berbagai lingkungan, mulai dari kawasan padat penduduk, sekolah, hingga perkantoran di Kota Surabaya.

Selain itu, Irvan juga mengingatkan masyarakat untuk memperoleh informasi terkait gempa maupun kebencanaan lainnya dari sumber resmi. Informasi tersebut antara lain dapat diperoleh melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD.

“Kita terus lakukan (sosialisasi), setiap hari kita berjalan. Diminta atau tidak diminta, kita jalan untuk melakukan mitigasi,” pungkasnya. (Bs/Yan)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB