Kursi Pemkot Dicuri dan Dijual, Eri Ajak Warga Jaga Aset Kota

- Publisher

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok bicarasurabaya.com

i

Foto: dok bicarasurabaya.com

Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak masyarakat ikut menjaga aset publik setelah muncul dua peristiwa yang ramai diperbincangkan, yakni aksi pemotongan bunga di median jalan dan temuan kursi besi berlogo Pemkot Surabaya yang diduga hendak dijual ke lapak barang bekas di kawasan Kaliwaron.

Menurut Eri, seluruh fasilitas umum yang dibangun menggunakan anggaran daerah merupakan milik masyarakat. Karena itu, ia meminta warga tidak segan melapor apabila menemukan aksi pencurian maupun perusakan aset kota.

Baca Juga:  Khofifah dan Menkomdigi Luncurkan Talenta Digital Jatim Mendunia
Satpol PP Amankan Kursi Besi Berlogo Pemkot. (Foto: dok Satpol PP Surabaya)

“Kalau melihat bunga taman, kursi, atau fasilitas umum yang baik, mari kita jaga bersama karena itu milik seluruh warga Surabaya. Kalau ada yang mengambil atau merusaknya, silakan dilaporkan,” kata Eri, Rabu (29/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eri menilai peran masyarakat penting untuk mencegah hilangnya aset publik. Sebab, setiap fasilitas yang rusak atau hilang tidak hanya mengurangi kenyamanan warga, tetapi juga membebani anggaran daerah karena harus diganti atau diperbaiki.

Baca Juga:  Stok Pangan Surabaya Aman Jelang Imlek dan Ramadan, Harga Stabil

Ia berharap Surabaya tetap menjadi kota yang bersih, tertata, dan nyaman sehingga mampu meningkatkan daya tarik bagi wisatawan maupun investor.

“Kota yang indah dan terawat akan membuat masyarakat nyaman sekaligus menarik lebih banyak pengunjung. Menjaga aset kota bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Eri menegaskan Pemkot Surabaya telah berulang kali mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas umum. Namun, jika masih ditemukan pencurian, perusakan, atau penyalahgunaan aset pemerintah, pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga:  Kebakaran Bromo Capai 742 Hektare, Water Bombing Terus Dikebut

“Kalau ada pelanggaran yang terbukti, tentu akan ada sanksi agar tidak terulang kembali,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Eri kembali mengajak warga aktif mengawasi lingkungan sekitar. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar seluruh fasilitas publik yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan dan dinikmati oleh seluruh warga Surabaya. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB