Kementan Borong Alsintan dan Benih Jagung Inovasi ITS

- Publisher

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(dari kiri) Peneliti benih jagung ITS Mukhammad Muryono SSi MSi PhD dan Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD, dan Mentan RI Andi Amran Sulaiman. (Foto: dok Humas ITS)

i

(dari kiri) Peneliti benih jagung ITS Mukhammad Muryono SSi MSi PhD dan Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD, dan Mentan RI Andi Amran Sulaiman. (Foto: dok Humas ITS)

Bicarasurabaya.com – Kementerian Pertanian (Kementan) mulai mengakselerasi hilirisasi hasil riset perguruan tinggi dengan membeli sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih jagung hasil inovasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan dan PT ITS Tekno Sains di Kampus ITS Buncitan, Sidoarjo.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan hasil riset kampus harus dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, khususnya untuk memperkuat sektor pertanian nasional.

Sebagai bentuk dukungan, Kementan memesan sejumlah alsintan inovasi ITS yang telah melalui uji coba lapangan. Produk tersebut meliputi traktor listrik, alat pemanjat kelapa Mocits, dan mesin penanam padi listrik Ropatama.

Menurut Amran, alat pemanjat kelapa memiliki potensi besar meningkatkan produktivitas sekaligus keselamatan petani, mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen kelapa terbesar di dunia dengan produksi mencapai sekitar 2,8-3 juta ton per tahun.

“Kami ingin hasil riset perguruan tinggi benar-benar digunakan masyarakat dan mendukung swasembada pangan,” ujarnya dalaml keterangannya yang dikutip, Kamis (23/7/2026).

Tak hanya alsintan, Kementan juga membeli 200 ton benih jagung unggulan hasil penelitian dosen Departemen Biologi ITS, Mukhammad Muryono. Benih tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan produksi hingga 10 ton per hektare untuk lahan seluas 13 ribu hektare, dengan nilai pembelian mencapai Rp10 miliar.

Baca Juga:  Pungli Pedagang Tugu Pahlawan, Dua Petugas DLH Dijatuhi Sanksi

Amran mengatakan, apabila produktivitas tersebut dapat dipertahankan secara konsisten di lapangan, nilai pembelian benih berpeluang ditingkatkan hingga 10 kali lipat atau sekitar Rp100 miliar dalam kurun 10 tahun.

“Kalau produktivitas itu tercapai, kita bisa meningkatkan produksi jagung nasional tanpa membuka lahan baru,” katanya.

Rektor ITS Bambang Pramujati menyambut positif kepercayaan yang diberikan Kementan terhadap hasil riset kampus. Menurutnya, kerja sama ini menjadi peluang agar inovasi akademik tidak berhenti di laboratorium, melainkan masuk ke tahap produksi dan dimanfaatkan petani.

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Apresiasi Atlet Paralimpik Jatim dengan Bonus Rp1,845 Miliar

Saat ini, seluruh alsintan masih menjalani pengujian lapangan. Jika hasilnya sesuai harapan, ITS akan menggandeng mitra industri untuk memproduksi peralatan tersebut secara massal.

“Kampus tidak bisa membangun industri sendiri. Karena itu kami akan berkolaborasi dengan dunia usaha agar inovasi ini dapat diproduksi dan dimanfaatkan secara luas,” ujar Bambang.

Kerja sama ini menjadi salah satu langkah mendorong hilirisasi riset perguruan tinggi, sekaligus mempercepat adopsi teknologi dalam sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas pangan nasional. (BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB