SiLPA APBD Surabaya Rp516 Miliar, Eri: PAD 2026 Masih On Track

- Publisher

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eri Cahyadi Sebut PAD Surabaya 2026 Tetap Sesuai Target. (Foto: Diskominfo)

i

Eri Cahyadi Sebut PAD Surabaya 2026 Tetap Sesuai Target. (Foto: Diskominfo)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membukukan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) APBD 2025 sebesar Rp516,896 miliar. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan dana tersebut bukan anggaran yang mengendap, melainkan disiapkan untuk menjamin operasional pemerintahan di awal tahun. Di sisi lain, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Semester I 2026 dipastikan masih sesuai target.

Hal itu disampaikan Eri Cahyadi usai memberikan penjelasan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 dalam rapat paripurna DPRD Surabaya, Senin (6/7/2026).

Dalam laporannya, Pemkot Surabaya mencatat realisasi pendapatan daerah tahun 2025 sebesar Rp10,63 triliun, sedangkan realisasi belanja mencapai Rp10,55 triliun. Selisih tersebut, ditambah pembiayaan neto, menghasilkan SiLPA sebesar Rp516,896 miliar.

Eri menjelaskan, rapat paripurna tersebut merupakan bagian dari penyampaian laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025 yang selanjutnya akan dibahas bersama DPRD.

“Paripurna ini adalah laporan pertanggungjawaban terkait neraca dan laporan keuangan tahun 2025. Setelah disampaikan, nanti akan dibahas bersama DPRD sebelum diparipurnakan kembali,” kata Eri.

SiLPA untuk Biaya Operasional Awal Tahun

Menanggapi besarnya nilai SiLPA, Eri menegaskan dana tersebut memang harus tersedia karena penerimaan PAD tidak langsung masuk pada awal tahun anggaran.

Menurutnya, SiLPA menjadi sumber pembiayaan sementara untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional pemerintah sebelum pendapatan daerah terkumpul.

Baca Juga:  DPKP Surabaya Terbitkan SE Cegah Risiko Kebakaran Saat Lebaran 2025

“SiLPA itu memang harus ada. Pendapatan dari pajak daerah tidak mungkin langsung masuk pada Januari, sehingga dana itu dipakai untuk memenuhi kebutuhan operasional pemerintah,” ujarnya.

Dana tersebut, lanjut Eri, digunakan untuk membiayai kebutuhan dasar seperti pembayaran listrik, air, Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA), operasional rumah pompa, hingga belanja wajib seperti gaji pegawai.

“Besaran SiLPA minimal harus sama dengan kebutuhan pengeluaran wajib pemerintah setiap bulan,” tegasnya.

PAD Semester I 2026 Sesuai Target

Selain memaparkan SiLPA, Eri memastikan realisasi PAD hingga Semester I 2026 masih berjalan sesuai perencanaan. Evaluasi dilakukan setiap bulan untuk memastikan target pendapatan tetap tercapai.

Baca Juga:  BNN Ungkap Modus Baru Sindikat Internasional, Ganja 3,37 Ton Diduga Diolah Jadi Cairan Vape

Ia menjelaskan capaian PAD tidak dapat dihitung secara merata setiap bulan karena setiap jenis pajak memiliki periode pembayaran yang berbeda, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang jatuh tempo pada pertengahan tahun.

Meski demikian, hasil evaluasi menunjukkan realisasi pendapatan daerah masih berada di jalur yang telah ditetapkan.

“Setiap bulan kami lakukan evaluasi. Alhamdulillah realisasi sudah mencapai sekitar 98 persen dari target bulanan, sehingga masih dalam posisi on the track,” pungkasnya.

Dengan capaian tersebut, Pemkot Surabaya optimistis target PAD tahun 2026 dapat tercapai sekaligus menjaga kesinambungan pembiayaan program pembangunan dan pelayanan publik di Kota Pahlawan.(BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB