Layanan Kurban RPH Surabaya Diserbu, 73 Sapi Sudah Terdaftar

- Publisher

Rabu, 29 April 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: dok RPH Surabaya)

i

Ilustrasi (Foto: dok RPH Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Layanan pemotongan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Surabaya mulai diminati. Hingga Selasa (28/4), tercatat 73 ekor sapi telah didaftarkan.

Dari jumlah tersebut, mayoritas atau 50 ekor memilih layanan potong kemas, sementara 23 ekor lainnya menggunakan layanan potong sontor.

Koordinator Pelaksana Qurban Amanah RPH Surabaya 2026, Dwi Retno Palupi, menyebut tren ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penyembelihan yang higienis dan terstandar.

“Minat terus bertambah. Masyarakat mulai memahami pentingnya aspek kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan dalam penyembelihan,” ujar Palupi yang dikutip dari laman resmi rphsurabaya.co.id, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan, layanan potong kemas menawarkan proses yang lebih praktis. Daging kurban langsung diolah dan dikemas tim RPH menggunakan plastik food grade dengan berat sekitar satu kilogram per paket.

Tersedia dua pilihan kemasan, yakni daging murni atau kombinasi daging dan tulang. Skema ini dinilai mempercepat distribusi sekaligus menjaga kualitas daging.

Baca Juga:  Warga Surabaya Diminta Segera Laporkan Akta Kematian demi Akurasi Data Bansos

Adapun layanan potong sontor hanya mencakup proses penyembelihan dan pemotongan dalam bagian besar. Daging kemudian dibawa oleh pemilik untuk dicacah dan dibagikan secara mandiri.

“Biasanya dipilih pengurus masjid karena ingin tetap melibatkan warga dalam proses pencacahan,” jelasnya.

RPH Surabaya juga menetapkan prosedur ketat. Sapi kurban wajib dikirim maksimal sehari sebelum penyembelihan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan, penimbangan, serta masa istirahat.

Meski harga sapi tahun ini relatif tinggi, Palupi memastikan hal itu tidak mengurangi minat masyarakat. Kemudahan layanan dinilai menjadi faktor utama.

Baca Juga:  Pemprov Jatim Libatkan 8.494 Desa Perangi Narkoba

“Semua proses kami tangani, mulai dari pemotongan, pengemasan hingga pengelolaan limbah. Shohibul qurban tinggal menunggu di rumah,” tutupnya.(BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB