Genangan di Surabaya Mulai Surut, Pasang Laut Hambat Proses Pemompaan

- Publisher

Senin, 22 Juni 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Surabaya Berangsur Surut, DSDABM Sebut Dipengaruhi Pasang Laut. (Foto: dok DSDABM)

i

Banjir Surabaya Berangsur Surut, DSDABM Sebut Dipengaruhi Pasang Laut. (Foto: dok DSDABM)

Bicarasurabaya.com – Sejumlah genangan yang muncul akibat hujan deras di Surabaya sejak subuh, Senin (22/6/2026), mulai berangsur surut. Namun proses penyusutan air berjalan lebih lambat karena dipengaruhi pasang air laut yang masih terjadi sejak dini hari.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Adi Gunita mengatakan kondisi tersebut terutama terjadi di kawasan Tanjungsari dan Tambak Mayor yang aliran airnya bermuara ke Kali Greges.

Menurut Adi, tingginya muka air di Kali Greges akibat pasang laut menghambat pembuangan air dari saluran drainase kota. Dampaknya, rumah pompa yang dioperasikan belum dapat bekerja secara optimal.

“Kalau air laut mulai surut, kapasitas pemompaan bisa lebih maksimal sehingga genangan lebih cepat berkurang,” kata Adi, Senin.

Ia menjelaskan fenomena pasang laut diperkirakan masih berlangsung hingga siang hingga sore hari. Karena itu, seluruh rumah pompa tetap dioperasikan meski efektivitasnya terbatas akibat terjadinya aliran balik atau backwater.

Selain mengoptimalkan rumah pompa, petugas DSDABM juga melakukan pengecekan saluran drainase di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada penyumbatan yang memperlambat aliran air. Pemeriksaan dilakukan karena sejumlah proyek konstruksi yang sedang berjalan dikhawatirkan turut memengaruhi kondisi saluran.

Baca Juga:  Pemerintah Tetapkan Libur dan Cuti Bersama Lebaran 2026, Total Lima Hari

Adi menilai genangan yang terjadi kali ini merupakan kombinasi antara hujan berintensitas tinggi dan pasang air laut yang berlangsung bersamaan. Kondisi tersebut terjadi di tengah periode yang seharusnya sudah memasuki musim kemarau.

“Memang terjadi anomali cuaca. Hujan deras turun bersamaan dengan kenaikan muka air laut sehingga penanganan genangan menjadi lebih menantang,” ujarnya.

Meski demikian, hasil pemantauan hingga pukul 09.00 WIB menunjukkan sejumlah titik mulai mengalami penurunan genangan. Kawasan Jalan Imam Bonjol, Jalan Kartini, hingga Ngagel dilaporkan berangsur membaik dibanding beberapa jam sebelumnya.

Baca Juga:  Pertamax dan Pertamax Turbo Turun, Ini Harga BBM Agustus 2026

DSDABM juga mencatat elevasi muka air di kawasan Greges dan Petekan mulai turun dari sebelumnya mendekati 200 sentimeter menjadi sekitar 170-180 sentimeter.

Untuk mempercepat penanganan, DSDABM bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mengerahkan armada penyedot air ke sejumlah lokasi terdampak. Fokus penanganan berada di kawasan Tanjungsari, Tambak Mayor, Kyai Tambak Deres, Ngagel, dan Bratang.

Pemkot Surabaya memastikan pemantauan terus dilakukan hingga kondisi genangan benar-benar surut. Sejumlah petugas juga disiagakan di lapangan untuk mengantisipasi potensi genangan susulan apabila hujan kembali turun.(BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB