Bicarasurabaya.com – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur terus menunjukkan tren penurunan. Pada Februari 2026, angka pengangguran tercatat sebesar 3,55 persen, turun dibandingkan 3,61 persen pada periode yang sama tahun lalu dan lebih rendah dari rata-rata nasional yang mencapai 4,68 persen.
Capaian tersebut mengantarkan Jawa Timur meraih penghargaan Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali. Selain penghargaan, pemerintah pusat juga memberikan insentif fiskal sebesar Rp 3 miliar.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan pengangguran di Jawa Timur berlangsung konsisten dalam lima tahun terakhir. TPT yang sempat berada di level 5,17 persen pada Februari 2021 kini turun menjadi 3,55 persen pada Februari 2026.
Perbaikan kondisi ketenagakerjaan juga terlihat dari meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja. Hingga Februari 2026, jumlah penduduk bekerja mencapai 24,25 juta orang atau bertambah sekitar 388 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik menjadi 74,78 persen atau meningkat 0,53 poin dibandingkan tahun lalu. Data tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang terserap ke dunia kerja.
Salah satu perkembangan yang mendapat perhatian adalah menurunnya angka pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pada Februari 2026, TPT lulusan SMK tercatat 5,73 persen, membaik dibandingkan 5,87 persen pada tahun sebelumnya.
“Penurunan pengangguran lulusan SMK menunjukkan penguatan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia usaha maupun industri semakin efektif,” ujar Khofifah Indar Parawansa, Jumat (5/6/2026).
Penurunan tersebut didukung berbagai program yang menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja, mulai dari pelatihan berbasis kompetensi, magang industri, hingga penempatan tenaga kerja di dalam dan luar negeri.
Saat ini Jawa Timur telah menjalin kerja sama penempatan tenaga kerja dengan 13 negara tujuan. Pada 2026, sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK dan lembaga kursus mengikuti program magang dan peluang kerja luar negeri. Dari jumlah tersebut, 1.617 peserta telah lolos seleksi dan memperoleh kontrak kerja.
Keberhasilan menekan angka pengangguran dinilai tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, industri, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam memperluas akses lapangan kerja.
Di tengah tantangan kebutuhan tenaga kerja yang terus berubah, tren penurunan pengangguran ini menjadi sinyal positif bagi pasar kerja Jawa Timur. Selain menunjukkan meningkatnya penyerapan tenaga kerja, capaian tersebut juga memperlihatkan semakin kuatnya keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.(BS/za)











