Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kembali meninjau proyek pembangunan bozem di Jalan Tanjungsari, Senin (11/5/2026). Dalam inspeksi mendadak itu, Eri meminta pengerjaan dipercepat agar kawasan Simorejo Sari 1A dan 1B terbebas dari banjir sebelum musim hujan datang.
Menurut Eri, kawasan permukiman di Simorejo Sari memiliki elevasi lebih rendah dibanding Jalan Tanjungsari. Kondisi tersebut membuat air kerap menggenang saat hujan deras.
“Kampung Simorejo Sari 1A dan 1B ini posisinya lebih rendah. Saya minta aliran dari jembatan Kali Kerambangan dibagi dua, sebagian dialirkan ke arah bozem lalu dibuang ke Diversi Gunungsari,” kata Eri di lokasi proyek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mempercepat aliran air, Eri meminta perubahan desain saluran penampungan atau storage. Ukuran saluran yang sebelumnya direncanakan lebih kecil diminta diperbesar menjadi 4 x 3 meter agar kapasitas tampung air lebih optimal.
“Kalau storagenya tidak besar, air bisa meluber lagi ke jalan. Karena itu harus dibuat lebih lebar,” ujarnya.
Selain pembangunan bozem di Tanjungsari, Pemkot Surabaya juga menyiapkan skema tambahan dengan memanfaatkan lahan di sisi jalan tol arah Perak sebagai tampungan air sementara. Nantinya, air akan dialirkan melalui crossing yang melintasi rel kereta api menuju Bozem Dupak.
Dalam sidak tersebut, Eri juga menyoroti metode pengerjaan proyek yang dinilai belum efisien. Ia mengkritik pola kerja yang menggali seluruh area sekaligus karena memicu jalan rusak dan debu yang mengganggu warga.
“Saya tanya metode kerjanya ternyata masih tradisional. Dikeruk semua baru dipasang. Harusnya dikeruk, pasang box culvert, lalu langsung ditutup dan dibersihkan hari itu juga supaya jalan tetap bisa dipakai warga,” tegasnya.
Eri meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) bersama kontraktor mulai menerapkan sistem manajemen proyek berbasis digital, termasuk penggunaan aplikasi seperti MS Project untuk menghitung kebutuhan alat berat dan tenaga kerja secara lebih terukur.
Proyek bozem berkapasitas sekitar 20 ribu meter kubik itu ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Pemkot Surabaya berharap dampaknya sudah bisa dirasakan warga saat musim hujan tiba akhir tahun nanti.
“Saya minta November nanti saat hujan turun, Tanjungsari sampai Simorejo Sari 1A dan 1B sudah tidak ada banjir lagi. Kasihan warga kalau terus terdampak,” pungkas Eri.(BS/za)











