Bicarasurabaya.com – Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai menunjukkan hasil. Sejak diterapkan pada April 2026, kebijakan tersebut disebut mampu menekan tagihan listrik hingga Rp200 juta.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan penghematan itu baru dihitung dari sektor listrik dan belum mencakup penggunaan air maupun operasional lainnya.
“Kalau terkait itu, listrik saja turunnya Rp200 juta,” kata Eri, Jumat (8/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Eri, evaluasi dilakukan setelah kebijakan WFH diberlakukan setiap Jumat sejak 10 April 2026. Program tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Nomor 57 Tahun 2026 yang dikoordinasikan bersama Kementerian Dalam Negeri.
Meski sebagian ASN bekerja dari rumah, pejabat struktural seperti kepala perangkat daerah, kepala bidang hingga ketua tim kerja tetap masuk kantor. Namun, ruang kerja mereka digabung untuk mengurangi konsumsi listrik dan air.
“Para pejabat struktural tetap masuk kerja, tapi ruang kerja disatukan agar penggunaan listrik dan air bisa ditekan,” ujarnya.
Selain kebijakan WFH, Pemkot Surabaya juga mengevaluasi aturan penggunaan transportasi umum dan kendaraan listrik bagi ASN setiap hari Selasa.
Eri menyebut pengawasan dilakukan melalui laporan penggunaan transportasi umum disertai bukti pembayaran dari masing-masing pegawai di setiap perangkat daerah.
“Hasil sementara menunjukkan kebijakan ini berjalan baik dan mulai mengubah kebiasaan ASN dari kendaraan pribadi ke transportasi umum maupun kendaraan listrik,” katanya.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya menekan pengeluaran operasional sekaligus mendorong pola kerja dan mobilitas yang lebih ramah lingkungan di lingkungan pemerintahan.(BS/za)











