Kebijakan WFH ASN Surabaya Pangkas Biaya Listrik Rp200 Juta

- Publisher

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi WFH di Pemkot Surabaya (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

i

Ilustrasi WFH di Pemkot Surabaya (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai menunjukkan hasil. Sejak diterapkan pada April 2026, kebijakan tersebut disebut mampu menekan tagihan listrik hingga Rp200 juta.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan penghematan itu baru dihitung dari sektor listrik dan belum mencakup penggunaan air maupun operasional lainnya.

“Kalau terkait itu, listrik saja turunnya Rp200 juta,” kata Eri, Jumat (8/5/2026).

Menurut Eri, evaluasi dilakukan setelah kebijakan WFH diberlakukan setiap Jumat sejak 10 April 2026. Program tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Nomor 57 Tahun 2026 yang dikoordinasikan bersama Kementerian Dalam Negeri.

Meski sebagian ASN bekerja dari rumah, pejabat struktural seperti kepala perangkat daerah, kepala bidang hingga ketua tim kerja tetap masuk kantor. Namun, ruang kerja mereka digabung untuk mengurangi konsumsi listrik dan air.

“Para pejabat struktural tetap masuk kerja, tapi ruang kerja disatukan agar penggunaan listrik dan air bisa ditekan,” ujarnya.

Baca Juga:  Menteri Hukum Jadikan Posbankum Surabaya Contoh Nasional

Selain kebijakan WFH, Pemkot Surabaya juga mengevaluasi aturan penggunaan transportasi umum dan kendaraan listrik bagi ASN setiap hari Selasa.

Eri menyebut pengawasan dilakukan melalui laporan penggunaan transportasi umum disertai bukti pembayaran dari masing-masing pegawai di setiap perangkat daerah.

“Hasil sementara menunjukkan kebijakan ini berjalan baik dan mulai mengubah kebiasaan ASN dari kendaraan pribadi ke transportasi umum maupun kendaraan listrik,” katanya.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya menekan pengeluaran operasional sekaligus mendorong pola kerja dan mobilitas yang lebih ramah lingkungan di lingkungan pemerintahan.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB