Jumlah Pengangguran Jatim 892 Ribu, Lulusan Kampus Tertinggi

- Publisher

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPS mencatat hampir 900 ribu warga Jatim menjadi pengangguran yang didominasi lulusan perguruan tinggi. (Foto: Ilustrasi/dok-Ist)

i

BPS mencatat hampir 900 ribu warga Jatim menjadi pengangguran yang didominasi lulusan perguruan tinggi. (Foto: Ilustrasi/dok-Ist)

Bicarasurabaya.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Jawa Timur mencapai 892,64 ribu orang pada Februari 2026. Angka ini setara dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 3,55 persen.

Dari total angkatan kerja sebanyak 25,14 juta orang, mayoritas atau 24,25 juta telah bekerja.

BPS menyebut jumlah pengangguran turun tipis dibandingkan Februari 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jumlah pengangguran berkurang sekitar 1,86 ribu orang secara tahunan,” kata Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Timur Nurul Adriana, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga:  Setelah Bertahun-tahun Diselidiki, KPK Ungkap Tersangka Kasus Lamongan

Di sisi lain, jumlah angkatan kerja dan penduduk bekerja justru meningkat masing-masing 386,19 ribu orang dan 388,04 ribu orang. Hal ini seiring bertambahnya penduduk usia kerja di Jawa Timur yang mencapai 33,62 juta orang.

Meski tren pengangguran menurun, BPS mencatat lulusan perguruan tinggi masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi.

TPT lulusan universitas tercatat 6,04 persen, disusul lulusan SMA sebesar 5,75 persen.

Partisipasi angkatan kerja juga meningkat. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Februari 2026 mencapai 74,78 persen, naik 0,53 persen poin dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Naik Rp 80 Ribu, Jadi Rp 2,725 Juta per Gram

Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki tercatat 86,55 persen, lebih tinggi dibanding perempuan yang sebesar 63,23 persen.

Dari sisi sektor, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 31,76 persen. Disusul sektor perdagangan 18,62 persen dan industri 14,38 persen.

Sebaliknya, sektor dengan penyerapan tenaga kerja terendah adalah real estat (0,13 persen), pengadaan listrik dan gas (0,30 persen), serta pengelolaan air dan sampah (0,39 persen).(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB