Bicarasurabaya.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Jawa Timur mencapai 892,64 ribu orang pada Februari 2026. Angka ini setara dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 3,55 persen.
Dari total angkatan kerja sebanyak 25,14 juta orang, mayoritas atau 24,25 juta telah bekerja.
BPS menyebut jumlah pengangguran turun tipis dibandingkan Februari 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jumlah pengangguran berkurang sekitar 1,86 ribu orang secara tahunan,” kata Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Timur Nurul Adriana, Selasa (5/5/2026).
Di sisi lain, jumlah angkatan kerja dan penduduk bekerja justru meningkat masing-masing 386,19 ribu orang dan 388,04 ribu orang. Hal ini seiring bertambahnya penduduk usia kerja di Jawa Timur yang mencapai 33,62 juta orang.
Meski tren pengangguran menurun, BPS mencatat lulusan perguruan tinggi masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi.
TPT lulusan universitas tercatat 6,04 persen, disusul lulusan SMA sebesar 5,75 persen.
Partisipasi angkatan kerja juga meningkat. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Februari 2026 mencapai 74,78 persen, naik 0,53 persen poin dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki tercatat 86,55 persen, lebih tinggi dibanding perempuan yang sebesar 63,23 persen.
Dari sisi sektor, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 31,76 persen. Disusul sektor perdagangan 18,62 persen dan industri 14,38 persen.
Sebaliknya, sektor dengan penyerapan tenaga kerja terendah adalah real estat (0,13 persen), pengadaan listrik dan gas (0,30 persen), serta pengelolaan air dan sampah (0,39 persen).(BS/za)











