Bicarasurabaya.com – Polisi menerapkan pengalihan arus lalu lintas di kawasan Bundaran Waru, Surabaya, menyusul aksi massa ojek online (ojol) yang memadati akses masuk kota, Selasa (28/4/2026).
Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mengurai kepadatan di salah satu pintu utama Surabaya tersebut. Pengendara dari luar kota diminta tidak melintas melalui Bundaran Waru dan beralih ke jalur alternatif.
Kasubnit 1 Turjawali Satlantas Polrestabes Surabaya, Ipda Purwono, mengatakan kendaraan roda empat dapat keluar lebih awal melalui kawasan Gunungsari menuju arah utara. Sementara pengendara yang menuju Surabaya Timur diarahkan masuk melalui akses tol Rungkut atau Tambak Sumur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengendara kami arahkan untuk menghindari Bundaran Waru dan menggunakan jalur lain agar tidak terjebak kepadatan,” ujarnya.
Bagi kendaraan yang tetap melintas di sekitar lokasi, petugas mengarahkan penggunaan jalur protokol untuk menjaga kelancaran arus.
Selain itu, pengemudi ojol yang tidak mengikuti aksi juga diimbau menghindari kawasan tersebut guna meminimalkan penumpukan kendaraan.
Sejak pagi, ratusan massa aksi yang tergabung dalam Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal (Dobrak) telah memadati Jalan Ahmad Yani dari arah Bundaran Waru. Arus kendaraan pun terpantau meningkat seiring pergerakan massa menuju pusat kota.
Polisi mengingatkan pengendara untuk mematuhi arahan petugas di lapangan serta menyesuaikan rute perjalanan guna menghindari kemacetan yang diperkirakan masih berlangsung hingga siang hari.(BS/za)











