Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya membenahi pengelolaan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) dengan menambah 1.800 unit tongbin dan mengevaluasi TPS, terutama yang berada di jalan protokol.
Langkah ini dilakukan untuk mengatasi antrean gerobak dan mencegah sampah meluber akibat keterbatasan kapasitas penampungan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, M Fikser, mengatakan banyak tongbin di TPS yang rusak sehingga mengurangi daya tampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Banyak tongbin yang kondisinya rusak atau pecah, sehingga kapasitas TPS berkurang,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Ia menyebut, di sejumlah lokasi jumlah tongbin bahkan menyusut hingga separuh. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab penumpukan sampah. Pengadaan tongbin baru ditargetkan tiba pada akhir April.
Selain penambahan sarana, Pemkot juga mengevaluasi 38 TPS yang berada di ruas jalan protokol. TPS di lokasi ini dinilai rawan penumpukan karena volume sampah tinggi, sementara lahan terbatas.
Sebagai solusi, frekuensi pengangkutan sampah akan ditingkatkan. Jika sebelumnya pengangkutan dilakukan sekali sehari, kini akan ditambah menjadi dua kali atau lebih, menyesuaikan kondisi lapangan.
“Kalau tempatnya sempit tapi volume sampah tinggi, maka pengangkutan kita tambah,” jelas Fikser.
Pemkot menegaskan standar pengelolaan TPS harus lebih tertib, dengan target tidak ada sampah atau gerobak yang meluber ke jalan.
Untuk pengawasan, DLH menempatkan petugas jaga di setiap TPS. Mereka bertugas memantau kondisi dan melaporkan situasi secara berkala. Ke depan, petugas juga akan dilengkapi alat komunikasi untuk mempercepat koordinasi.
Selain itu, kebersihan TPS akan dijaga melalui penyemprotan eco enzyme saat jeda pengangkutan guna mengurangi bau dan menjaga lingkungan sekitar.
Pemkot Surabaya berharap, kombinasi penambahan fasilitas, peningkatan frekuensi angkut, dan pengawasan ketat dapat menciptakan pengelolaan sampah yang lebih rapi dan tidak mengganggu aktivitas warga.(BS/za)











