Tebing Longsor di Ponorogo, Akses ke Pacitan Terdampak

- Publisher

Rabu, 15 April 2026 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok BPBD Ponorogo/ist

i

Foto: dok BPBD Ponorogo/ist

Bicarasurabaya.com – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Slahung sejak Selasa (14/4/2026) malam memicu longsor di sejumlah titik jalur Ponorogo-Pacitan. Material tanah, lumpur, dan kayu lapuk menutup badan jalan hingga mengganggu akses dan membahayakan pengguna.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masnun menyebut terdapat sedikitnya sembilan titik longsor, dengan dampak terparah berada di kawasan perbatasan Ponorogo-Pacitan.

“Ada sembilan titik, sebagian besar di jalur Ponorogo-Pacitan. Ini masih kami petakan,” ujarnya, Rabu (15/4).

Longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di kawasan Perhutani petak 56. Polisi menyebut tingginya curah hujan menjadi pemicu utama.

Kapolsek Slahung AKP Pitoyo menjelaskan, material longsor cukup tebal dan licin sehingga berisiko bagi pengendara. Untuk itu, arus lalu lintas diberlakukan sistem buka-tutup.

“Materialnya banyak dan licin, jadi kami lakukan buka-tutup demi keselamatan,” katanya.

Petugas gabungan telah dikerahkan untuk penanganan. Dinas Pekerjaan Umum (PU) menurunkan alat berat, sementara BPBD dan pemadam kebakaran membantu pembersihan material melalui penyemprotan.

Baca Juga:  Mutasi ASN Surabaya Ditunda, Eri Wajibkan Pejabat Perempuan Izin Suami

Dampak longsor juga dirasakan di fasilitas umum, termasuk area UGD Puskesmas Slahung yang ikut terdampak.

Di lokasi lain, longsor juga terjadi di Dusun Krajan, Desa Tugurejo, yang berada di jalur Ponorogo-Pacitan KM 22. Warga sempat mendengar suara gemuruh sebelum tebing runtuh pada dini hari.

Material berupa tanah dan batu besar dilaporkan menutup saluran air dan bahu jalan. Tinggi timbunan mencapai sekitar 7 meter dengan lebar sekitar 5 meter.

Baca Juga:  Korban Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Bertambah, 88 Masih Dirawat

Hingga saat ini, pembersihan masih berlangsung oleh tim gabungan dari BPBD, pemerintah desa, dan instansi terkait.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, warga dan pengguna jalan diimbau tetap waspada mengingat potensi longsor susulan masih terbuka selama curah hujan tinggi.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB