Kerugian Negara Kasus KBS Ditaksir Rp7 Miliar, Nilai Masih Bisa Bertambah

- Publisher

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: dok-Istimewa)

i

Ilustrasi (Foto: dok-Istimewa)

Bicarasurabaya.com – Dugaan korupsi di Kebun Binatang Surabaya (KBS) terus bergulir. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) menaksir potensi kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp5 miliar hingga Rp7 miliar. Angka tersebut disebut masih berpeluang bertambah.

Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim, Wagiyo Santoso, mengatakan estimasi itu merupakan hasil ekspos awal tim penyidik.

“Sekitar Rp5 miliar sampai Rp7 miliar. Tapi ini bisa berkembang,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Menurut Wagiyo, angka pasti kerugian negara masih dalam proses penghitungan detail. Namun, indikasi kerugian disebut sudah terlihat sejak tahap penyelidikan.

“Secara pasti belum final, tapi bahwa terjadi kerugian negara itu sudah nyata,” tegasnya.

Kasus ini bermula dari temuan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan dan aset KBS. Tim Pidana Khusus Kejati Jatim kemudian melakukan penyelidikan (lidik) untuk mengumpulkan data dan dokumen terkait.

Baca Juga:  Konvoi Dini Hari, Polisi Amankan 10 Pelajar Beratribut Gangster di Surabaya

Dari hasil pendalaman awal, perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan (sidik). Penyidik menelusuri aliran dana, kontrak kerja sama, hingga penggunaan anggaran dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahap awal lidik dan sidik, potensi kerugian negara masih ditaksir di kisaran Rp5–7 miliar. Namun, berdasarkan data terbaru yang diperoleh penyidik, nilai tersebut disebut berpotensi meluas.

“Kalau melihat data terakhir, kerugiannya berkembang,” kata Wagiyo.

Saat ini, Kejati Jatim masih berkoordinasi dengan auditor untuk menghitung nilai kerugian negara secara resmi. Hasil audit nantinya akan menjadi dasar penetapan angka final sekaligus pengembangan perkara, termasuk kemungkinan penetapan tersangka baru.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Turun Rp55.000, UBS dan Galeri24 Stabil

Kasus ini menjadi sorotan karena KBS merupakan salah satu ikon wisata di Surabaya sekaligus aset daerah yang dikelola untuk kepentingan publik. Proses hukum yang berjalan diharapkan dapat mengungkap secara terang dugaan penyimpangan serta memulihkan kerugian negara.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB