Bicarasurabaya.com – Kepadatan lalu lintas di Kota Surabaya meningkat dalam beberapa hari terakhir, terutama pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Lonjakan volume kendaraan terlihat di sejumlah ruas jalan utama hingga kawasan pusat perbelanjaan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan kepadatan tersebut dipicu oleh pergerakan masyarakat yang pulang kerja hampir bersamaan untuk berbuka puasa.
“Menjelang waktu berbuka puasa, pergerakan kendaraan meningkat karena banyak warga pulang kerja pada waktu yang hampir bersamaan,” kata Trio yang dikutip, Minggu (15/3/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mengurai kepadatan tersebut, Dishub Surabaya melakukan pengaturan lalu lintas melalui sistem Surabaya Intelligent Transport System (SITS) yang terhubung dengan jaringan kamera pengawas (CCTV) di berbagai titik kota. Pemantauan dilakukan dari pusat kendali lalu lintas di Terminal Bratang.
Melalui sistem itu, petugas dapat memantau kondisi lalu lintas secara real time dan menyesuaikan pengaturan lampu lalu lintas di sejumlah persimpangan.
Pada jam sibuk sore hari sekitar pukul 15.00 WIB, Dishub memprioritaskan arus kendaraan yang mengarah keluar kota atau menuju wilayah selatan Surabaya. Pengaturan dilakukan dengan memperpanjang durasi lampu hijau di jalur yang menjadi prioritas.
“Pada jalur tertentu, waktu lampu hijau diperpanjang agar arus kendaraan yang menjadi prioritas bisa lebih lancar,” ujarnya.
Trio mengakui kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan antrean di jalur lain. Namun langkah itu dinilai perlu untuk menjaga kelancaran arus kendaraan yang digunakan masyarakat saat pulang kerja.
Selain pengaturan sore hari, Dishub juga menerapkan pola berbeda pada jam sibuk pagi. Pada waktu tersebut, prioritas diberikan untuk kendaraan yang masuk ke Surabaya, terutama dari arah Bundaran Waru menuju Jalan Darmo, Kertajaya, hingga Urip Sumoharjo.
Menurut Trio, seluruh titik kepadatan lalu lintas di Surabaya saat ini telah terpantau melalui CCTV yang terhubung dengan sistem pengendalian lalu lintas kota.
Di sejumlah persimpangan, lampu lalu lintas juga telah dilengkapi teknologi smart traffic light yang dapat menyesuaikan durasi lampu merah dan hijau secara otomatis berdasarkan volume kendaraan.
Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan langsung oleh petugas di lapangan. Jika antrean kendaraan melebihi batas tertentu, petugas akan melakukan intervensi manual untuk menyesuaikan pengaturan lalu lintas.
“Pengaturan ini dilakukan agar arus kendaraan, terutama saat jam pulang kerja menjelang berbuka puasa, tetap bergerak lebih lancar,” pungkasnya. (BS/za)











