Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya tancap gas mempercepat perbaikan jalan berlubang. Melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), sebanyak sembilan tim Satuan Tugas (Satgas) diterjunkan setiap hari dengan kapasitas penambalan mencapai 50–60 ton hotmix per hari.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemeliharaan rutin jalan dengan dukungan anggaran sekitar Rp40 miliar pada 2026. Selain patroli aktif di lima rayon wilayah, Pemkot juga mengoptimalkan kanal pengaduan publik agar setiap laporan kerusakan bisa ditindaklanjuti secepat mungkin.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan bahwa respons cepat menjadi kunci agar aktivitas warga tidak terganggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“DSDABM memiliki Satgas khusus perbaikan jalan seperti halnya Satgas Drainase. Setiap ada laporan atau temuan di lapangan, tim langsung bergerak tanpa menunggu lama,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, sembilan tim tersebut disebar dalam lima rayon dan melakukan patroli harian untuk memastikan kondisi jalan tetap aman. Setiap laporan yang masuk langsung dipetakan dan diarahkan ke tim terdekat.
Dari sisi anggaran, Syamsul memastikan alokasi pemeliharaan jalan tahun ini relatif sama dengan tahun sebelumnya, yakni sekitar Rp40 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk menjaga kualitas jalan di tengah mobilitas kota yang terus meningkat.
Kepala DSDABM Surabaya, Hidayat Syah, menambahkan bahwa respons lapangan tidak menunggu batas waktu 1×24 jam. “Begitu ada laporan, tim segera kami arahkan ke lokasi agar kerusakan tidak melebar dan membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.
Untuk memperkuat respons cepat, jumlah tim ditingkatkan menjadi sembilan, termasuk pembentukan Unit Reaksi Cepat (URC). Selama Ramadan, tiga tim tambahan disiagakan pada malam hari guna mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM, Dedy Purwito, menjelaskan setiap tim telah dilengkapi armada truk pengangkut hotmix, kendaraan pickup, serta peralatan pemadatan seperti stamper dan roller.
“Setiap truk membawa delapan sampai sembilan ton hotmix. Totalnya bisa mencapai sekitar 60 ton per hari, tergantung tingkat kerusakan di lapangan,” jelasnya.
Pemkot juga mengajak partisipasi aktif warga untuk melaporkan jalan rusak melalui aplikasi WargaKu maupun layanan darurat 112. Dengan kolaborasi cepat antara pemerintah dan masyarakat, perbaikan diharapkan bisa dilakukan lebih sigap dan tepat sasaran.
Langkah agresif ini menjadi bagian dari komitmen Surabaya menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, sekaligus memastikan mobilitas kota tetap lancar di tengah tingginya intensitas aktivitas warga. (Raf)











