Bicarasurabaya.com – Genap satu tahun memimpin Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menggelar santunan bagi anak yatim dan pengemudi ojek online (ojol) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (20/2/2026).
Momentum itu bertepatan dengan satu tahun pelantikan keduanya oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Sebanyak 60 anak yatim menerima bantuan perlengkapan sekolah. Sementara 40 pengemudi ojol—termasuk perempuan dan penyandang disabilitas—mendapat paket sembako. Suasana berlangsung hangat, para penerima bantuan berkesempatan bersalaman langsung dengan gubernur dan wakil gubernur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Khofifah menegaskan dirinya tidak terlalu terpaku pada seremoni satu tahun jabatan. Ia memilih fokus pada kerja dan dampak nyata bagi masyarakat.

“Hari ini tepat satu tahun kami dilantik. Tapi yang terpenting adalah bagaimana manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resminya yang diterima, Sabtu (21/2/2026).
Memasuki tahun kedua, ia memastikan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas. Peningkatan pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur disebut harus berjalan selaras dengan percepatan penurunan kemiskinan serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Harapan kita kualitas SDM, pendidikan, kesehatan, infrastruktur semakin membaik. Kemiskinan menurun dan pertumbuhan ekonomi meningkat,” katanya.
Khofifah juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota, dunia usaha, hingga akademisi untuk mempercepat pembangunan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Emil menilai berbagai dinamika kebijakan nasional dan global selama setahun terakhir telah direspons adaptif oleh Pemprov Jatim.
Ia menyebut Khofifah mampu menjalankan peran ganda: menyukseskan program prioritas nasional sekaligus memastikan agenda pembangunan daerah tetap berjalan.
Beberapa program yang disorot antara lain penuntasan distribusi ijazah di tingkat cabang dinas serta perluasan koridor Bus Trans Jatim di sejumlah wilayah.
Apresiasi datang dari para penerima bantuan. Adrian Tobing, pengemudi ojol tuna rungu, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Hal serupa disampaikan Zaki, ojol tuna daksa, yang berharap akses dan fasilitas ramah disabilitas di ruang publik terus diperluas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi penanda awal tahun kedua kepemimpinan Khofifah-Emil. Di tengah momentum Ramadan, Pemprov Jatim menegaskan komitmen melanjutkan pembangunan dengan fokus pada kesejahteraan dan pemerataan. (BS/za)











