Gerakan Pangan Murah Surabaya Diserbu Warga, Minyak dan Beras Ludes

- Publisher

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Kegiatan pasar murah di Kota Surabaya (dok. Pemkot Surabaya)

i

Ilustrasi: Kegiatan pasar murah di Kota Surabaya (dok. Pemkot Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Menjelang Ramadan, Pemerintah Kota Surabaya mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Program ini digelar di Lapangan Asemrowo, Jalan Asem Raya dan langsung diserbu warga.

Sejak pagi, masyarakat memadati lokasi untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Komoditas yang diburu antara lain beras, minyak goreng, gula, telur, hingga cabai.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan GPM menjadi strategi pengendalian inflasi daerah, terutama menjelang Ramadan yang identik dengan lonjakan permintaan bahan pokok.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“GPM bukan hanya membantu masyarakat mendapat harga terjangkau, tapi juga bagian dari pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga:  Tahun 2022, Tiga Pasar Tradisional di Surabaya Bakal Direvitalisasi

Antiek menyebut, dalam kegiatan tersebut sekitar 200 zak beras terjual. Minyak goreng mencapai 1.200 liter dan gula 240 kilogram habis dibeli warga. Untuk komoditas daging, nilai transaksi tercatat sekitar Rp1,5 juta.

Sejumlah harga yang ditawarkan antara lain:

  • Beras SPHP 5 kg: Rp58.000
  • Beras Yarice 5 kg: Rp74.500
  • Beras Kembang Desa 5 kg: Rp73.000
  • Gula pasir: Rp16.500–Rp17.500 per kg
  • Minyak Moorah 700 ml: Rp14.000
  • Minyakita: Rp15.000 per liter
  • Daging ayam ras: Rp35.500 per ekor (±1 kg)
  • Telur ayam ras: Rp29.500 per kg

Minyak goreng menjadi komoditas paling diminati. Selisih harga dengan pasar berkisar Rp3.000–Rp5.000 per liter.

Selain DKPP, GPM juga melibatkan PD Rumah Potong Hewan (RPH) yang menyediakan daging sapi segar dan olahan. Pelaku usaha dari Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS) memasok bawang dan cabai. Program Padat Karya Pemberdayaan Keluarga Miskin serta Kelompok Tani Guyub Sejahtera turut menyediakan telur dan sayuran segar.

Baca Juga:  Data Jemaah Dibersihkan, Antrean Haji Kini Rata-rata 14 Tahun

Pemilihan Asemrowo sebagai lokasi karena wilayah tersebut belum pernah menjadi titik pelaksanaan GPM sebelumnya.

Pada 2026, Pemkot Surabaya menargetkan perluasan GPM dan Pasar Murah Dinkopumdag hingga menjangkau seluruh kecamatan dengan frekuensi 18–20 kali dalam sebulan. Program ini akan melibatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan sejumlah perangkat daerah.

“Kegiatan ini langkah awal menghadapi Ramadan. Kami ingin memastikan warga mudah mengakses pangan dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin,” kata Antiek.

Baca Juga:  Risma Ajak Semua Pihak Terus Jadi Pahlawan Kemanusiaan di Tengah Pandemi

Suparma, warga Asemrowo, mengaku sengaja datang sejak pukul 08.00 WIB untuk membeli beras dan minyak goreng.

“Di pasar minyak bisa Rp19 ribu, di sini Rp15 ribu. Selisihnya lumayan, apalagi mau puasa,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Luluk yang membeli minyak, beras, dan gula untuk stok Ramadan. Menurutnya, harga minyak di pasar bisa menembus Rp20 ribu per liter.

Sementara Mona Joda mengaku terbantu karena bisa membeli minyak, gula, dan bumbu dapur dengan harga lebih rendah. Ia berharap kegiatan serupa digelar rutin setiap bulan.

Melalui GPM, Pemkot Surabaya berharap stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan Ramadan tanpa tekanan lonjakan harga. (BS/za) 

Berita Terkait

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB