Masalah Ekonomi Dorong Lonjakan Perceraian di Surabaya

- Publisher

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya – Pengadilan Agama (PA) Surabaya mencatat lonjakan permohonan perceraian sepanjang 2025. Baik gugatan yang diajukan istri maupun permohonan cerai talak dari suami sama-sama meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Humas PA Surabaya Abdul Mustofa mengatakan, peningkatan terjadi pada dua jenis perkara, yakni cerai gugat dan cerai talak.

Cerai gugat merupakan permohonan perceraian yang diajukan pihak perempuan, sementara cerai talak diajukan pihak laki-laki.

Sepanjang 2025, PA Surabaya menerima 4.469 perkara cerai gugat. “Dibanding tahun lalu, jumlah itu naik 9,3 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 4.087 kasus,” katanya, Kamis (8/1/2026).

Sementara itu, cerai talak yang diajukan pihak laki-laki mencapai 1.611 perkara, meningkat 3,5 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 1.557 kasus.

Dari total 6.080 perkara yang terdaftar, hampir 95 persen dikabulkan.

Menurutnya, perkara umumnya dikabulkan jika penggugat mampu membuktikan dalil gugatan atau ketika tergugat tidak hadir di persidangan dan tak memberikan bantahan.

Baca Juga:  Antisipasi El Niño, BPBD Surabaya Perkuat Mitigasi Kebakaran dan Krisis Air

Abdul menyebut masalah ekonomi masih menjadi faktor dominan pemicu perceraian di Surabaya. Alasan ini disusul kasus perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Perekonomian memang sedang tidak baik. Banyak perempuan merasa nafkah tidak mencukupi, pekerjaan sulit, akhirnya memilih mengajukan cerai,” jelasnya.

Dari perkara yang dilatarbelakangi masalah ekonomi, sekitar 30 persen berkaitan dengan utang pinjaman online. Tekanan finansial ini dinilai memperbesar konflik rumah tangga hingga berujung perceraian.

Baca Juga:  Jelang Nataru, Jatim Batasi Angkutan Barang di Tol dan Arteri

Tren ini menunjukkan tekanan ekonomi masih menjadi tantangan serius bagi ketahanan keluarga di Surabaya sepanjang 2025. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB