ITS Beri Keringanan UKT dan Kirim Bantuan untuk Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera

- Publisher

Senin, 8 Desember 2025 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok Humas ITS/BS

i

Foto: Dok Humas ITS/BS

Bicarasurabaya.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mencatat 139 mahasiswanya berasal dari wilayah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Kampus menyiapkan serangkaian bantuan, mulai dari keringanan hingga pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi keluarga mahasiswa yang terdampak langsung.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, mengatakan sejumlah mahasiswa kehilangan rumah dan mata pencaharian keluarga akibat bencana tersebut.

“Kami ingin memastikan mereka tetap bisa melanjutkan kuliah tanpa terbebani kondisi keluarga yang sedang berduka,” ujarnya saat melepas keberangkatan Satgas Kemanusiaan ITS, Senin (8/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari total mahasiswa terdampak, lima di antaranya dikategorikan mengalami dampak berat, sehingga membutuhkan pendampingan intensif, termasuk asesmen kebutuhan pembiayaan. ITS juga menyiapkan dukungan psikososial bagi mahasiswa yang masih dalam masa pemulihan.

Baca Juga:  Siapkan Sistem Piket dan WFA ASN, Layanan Publik Surabaya Tetap Jalan Saat Lebaran

Tak hanya mahasiswa, ITS juga menyalurkan bantuan untuk dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang terdampak. Kolaborasi dengan Yayasan Manarul Ilmi (YMI), Ikatan Alumni (IKA) ITS, serta jejaring relawan berhasil menghimpun donasi sekitar Rp 300 juta.

Dana tersebut berasal dari IKA ITS Rp 58 juta, Satgas ITS Rp 59 juta, YMI sekitar Rp 104 juta, serta kontribusi perusahaan alumni dan jaringan sekolah mitra.

Bantuan diwujudkan dalam bentuk kebutuhan pokok seperti 7 ton beras, minyak goreng, gula, mi instan, garam, pembalut wanita, hingga perlengkapan bayi. Selain itu, ITS juga mengirimkan dukungan teknis berupa genset, lampu penerangan, 10.000 tablet vitamin, pakaian, seribu mukena, dan lima unit Starlink untuk memperkuat komunikasi di lokasi bencana.

Baca Juga:  Korban Kebakaran Apartemen Hong Kong, Jenazah 2 WNI Tiba Hari Ini

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS, Fadlilatul Taufany, menyebut distribusi bantuan diprioritaskan ke Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Pameu di Aceh Tengah. Ketiga wilayah tersebut masih sulit diakses dan minim bantuan.

Gelombang pertama terdiri dari tenaga medis serta mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK). Tim berikutnya bertugas membawa peralatan teknis berukuran besar, termasuk instalasi air dan listrik untuk kebutuhan warga.

ITS juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta relawan untuk mempercepat distribusi ke wilayah terpencil.

Baca Juga:  7.380 Siswa Swasta Surabaya Dapat Bantuan Rp350 Ribu per Bulan

Selain bantuan logistik, alumni Arsitektur ITS menyiapkan desain hunian sementara bagi warga yang kehilangan rumah. Konsep ini dirancang agar cepat dibangun, hemat biaya, namun tetap layak huni. Model hunian serupa sebelumnya telah diterapkan di lokasi bencana Lombok dan Semeru.

Rektor ITS mengapresiasi sinergi sivitas akademika dan alumni dalam misi kemanusiaan ini. Menurutnya, prinsip advancing humanity bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata.

Program bantuan ini sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tanpa Kemiskinan, Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta Kota dan Permukiman Berkelanjutan, yang bertujuan mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana. (BS/ITS)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB