Menkeu Pastikan Dana APBN Siap untuk Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny

- Publisher

Selasa, 11 November 2025 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa-Ist/BS)

i

(Foto: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa-Ist/BS)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah pusat memastikan ketersediaan anggaran untuk membangun kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, yang musalanya ambruk pada September lalu dan menewaskan 63 santri. Pembangunan ulang direncanakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah telah menyiapkan ruang anggaran untuk proyek tersebut, meski masih menunggu pengajuan resmi dari kementerian teknis.
“Detailnya saya belum update, tapi yang jelas, uangnya ada,” ujarnya di Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya yang dikutip, Selasa (11/11/2025).

Baca Juga:  KBS Pastikan Perawatan Satwa Tetap Normal di Tengah Penyelidikan Hukum

Purbaya menjelaskan, koordinasi awal sudah dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Namun, proses dapat dimulai setelah proposal pembiayaan disampaikan secara resmi.
“Prinsipnya, anggaran tersedia dan bisa segera dijalankan begitu pengajuannya masuk,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ponpes Al Khoziny runtuh saat ratusan santri menunaikan salat asar. Peristiwa itu menjadi salah satu tragedi bangunan ambruk dengan korban terbesar di Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir, dengan 63 santri meninggal dan lebih dari seratus lainnya selamat.

Baca Juga:  Agar Mudik Lebaran Tenang, Surabaya Buka Layanan Titip Hewan Peliharaan

Pemerintah berencana membangun gedung baru ponpes tersebut di lokasi berbeda, tepatnya di Jalan Antartika, Desa Siwalanpanji, Sidoarjo. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 25 November 2025.(BS/za)

Berita Terkait

Mensos Targetkan 50% Penduduk Masuk Perlinsos Digital Akhir 2026
BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng dari Mitra MBG
Insentif SPPG Program MBG Diubah, dari Rp6 Juta Jadi Rp2.000 per Porsi
Data Jemaah Dibersihkan, Antrean Haji Kini Rata-rata 14 Tahun
Suntikan Rp20 Triliun Disiapkan untuk BPJS Kesehatan, Cair Dua Tahap
BGN Larang Susu Kental Manis Masuk Menu MBG
Abu Anak Krakatau Ganggu 2.300 Penerbangan, 7 Bandara Masih Ditutup
Kemensos Tahan Bansos 1.400 KPM Terindikasi Terlibat Judi Online

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Mensos Targetkan 50% Penduduk Masuk Perlinsos Digital Akhir 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:45 WIB

BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng dari Mitra MBG

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Insentif SPPG Program MBG Diubah, dari Rp6 Juta Jadi Rp2.000 per Porsi

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

Data Jemaah Dibersihkan, Antrean Haji Kini Rata-rata 14 Tahun

Selasa, 29 September 2026 - 07:19 WIB

Suntikan Rp20 Triliun Disiapkan untuk BPJS Kesehatan, Cair Dua Tahap

Berita Terbaru