Ini Jurus Pemkot Atasi Sampah Rumah Tangga Yang Dibuang di Saluran

- Publisher

Jumat, 7 November 2025 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembersihan sampah di area rumah pompa. (Foto: Dok Humas/BS)

i

Pembersihan sampah di area rumah pompa. (Foto: Dok Humas/BS)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat sistem pengendalian genangan menjelang musim hujan. Namun, upaya ini berhadapan dengan persoalan serius: sampah rumah tangga berukuran besar—mulai sofa, kasur, hingga kayu—yang dibuang ke saluran air dan mengancam kinerja rumah pompa.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, menyebut perilaku membuang sampah sembarangan sebagai tantangan paling krusial. Sampah besar kerap tersangkut di screen rumah pompa, bahkan berpotensi merusak mesin bila lolos dari penyaringan. “Sampah seperti sofa, kasur, hingga kayu bisa membuat pompa berhenti dan merusak mesin,” ujarnya dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (7/11/2025).

Baca Juga:  Rencana Parkir Digital Surabaya Tuai Catatan dari Juru Parkir

Syamsul menjelaskan, hujan deras beberapa hari terakhir memperlihatkan skala masalah. Di Saluran Greges menuju Bosem Morokrembangan, petugas mengumpulkan hingga 20 truk sampah dalam satu malam. Temuannya bervariasi, mulai perabot rumah tangga hingga barang keras seperti helm dan popok bayi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini Surabaya memiliki 76 rumah pompa aktif dan akan bertambah menjadi 81 unit pada akhir 2025. Penambahan ini menjadi bagian dari percepatan penguatan infrastruktur di wilayah Surabaya Selatan, meliputi pembangunan Rumah Pompa Menanggal, Ahmad Yani, Ketintang, Karah, dan Rungkut Menanggal.

Seluruh rumah pompa dijaga petugas selama 24 jam dengan sistem tiga shift, dilengkapi 4–8 petugas penyaring sampah di setiap lokasi. “Beban kerja mereka berat karena harus terus memastikan aliran air tidak tersumbat,” kata Syamsul.

Baca Juga:  Anak Penghafal Juz Al-Quran di Surabaya Dapat Insentif dari Pemkot

Pemkot menerapkan protap terpadu untuk mempercepat penanganan genangan. Pencegahan backflow dilakukan dengan menutup pintu air saat pasang laut dan mengoperasikan pompa untuk mencegah pertemuan air laut dan air hujan yang kerap memicu genangan di area pesisir.

Selain itu, DSDABM mengaktifkan seluruh pompa lebih awal (pre-pumping) berdasarkan peringatan dini BMKG, sehingga saluran berada pada kapasitas maksimal ketika hujan tiba.

Meski sistem terus diperkuat, sejumlah wilayah masih rentan. Tanjungsari menjadi lokasi genangan paling lama karena belum memiliki fasilitas pengendali air seperti rumah pompa dan pintu laut.

Baca Juga:  KAI Pulihkan Jalur Rel Semarang, Operasional Kereta dengan Kecepatan Terbatas

Di Tenggilis dan Margorejo, genangan dipengaruhi topografi cekung serta pembangunan yang belum rampung di area seperti Prapen dan Jemursari yang menghambat aliran air.

Di tingkat makro, dari lima saluran utama yang membuang air ke laut, baru dua yang memiliki pintu air—Balong dan Kandangan. Tiga lainnya, yakni Kerambangan, Kalianak, dan Sememi, belum memiliki pintu laut sehingga menjadi prioritas pembangunan berikutnya.

“Fasilitas pengendali di tiga saluran itu sudah kami usulkan sebagai prioritas untuk segera dikerjakan,” kata Syamsul.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB