Surabaya Dorong Wajib Belajar 13 Tahun, Fokus pada Pendidikan Pra-Sekolah

- Publisher

Kamis, 11 September 2025 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat komitmen di bidang pendidikan anak usia dini dengan mengusung Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun. Program ini mencakup tambahan satu tahun pra-sekolah sebagai fondasi penting sebelum anak masuk bangku sekolah dasar.

Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, menegaskan pendidikan pra-sekolah bukan sekadar bermain, melainkan pembentukan karakter dan kemandirian. “Anak-anak PAUD terbiasa dengan rutinitas, disiplin, dan interaksi sosial. Itu bekal penting agar siap menghadapi suasana belajar di SD,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima bicarasurabaya.com, Kamis (11/9/2025).

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Salurkan Ribuan Sepatu Ke Petugas Kebersihan dan Korban Erupsi Gunung Semeru
Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani berinterkasi dengan anak anak usai kegiatan. (Foto: Humas Pemkot/BS)

Rini menyebut banyak penelitian menunjukkan anak yang melewati pendidikan pra-sekolah lebih siap secara mental maupun sosial. Sebaliknya, anak yang tidak melalui fase ini kerap kesulitan beradaptasi dengan lingkungan belajar yang terstruktur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk memastikan seluruh anak usia 5–6 tahun di Surabaya mendapat haknya, Pemkot mengintegrasikan pendataan melalui aplikasi Si Bunda. Bunda PAUD di tingkat kelurahan dan kecamatan bertugas memetakan jumlah anak pra-sekolah, memverifikasi data administrasi kependudukan, serta menelusuri penyebab anak belum terdaftar di sekolah.

“PR kami adalah menjangkau anak-anak yang belum pra-sekolah. Kendalanya bisa biaya, kondisi keluarga, atau masalah administrasi. Semua harus kita intervensi,” kata Rini.

Baca Juga:  Jaga Kamtibmas Selama Ramadan, Pemkot Bersama TNI-Polri Gelar Patroli Keliling

Beberapa kasus langsung ditangani di lapangan. Seorang ibu, misalnya, melapor anaknya tidak bisa sekolah karena terkendala biaya. Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya segera berkoordinasi dengan TK Al-Amin yang akhirnya memberikan pendidikan gratis. “Ini bukti kolaborasi kuat antara pemerintah kota dan satuan pendidikan,” tambahnya.

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menegaskan pihaknya siap memberi solusi sesuai kebutuhan warga. “Setiap kasus berbeda. Untuk anak yang enggan sekolah, kami berkoordinasi dengan DP3APPKB agar pendekatannya lebih tepat. Sementara masalah biaya, kami carikan sekolah terdekat yang bisa memberikan dukungan,” jelasnya.

Baca Juga:  169 Ribu KK Tak Terverifikasi, Surabaya Minta Warga Segera Perbarui Adminduk

Pemkot juga mengantisipasi kendala administrasi, seperti data kependudukan yang tidak sesuai domisili, karena dapat memengaruhi angka partisipasi anak dalam program pra-sekolah.

Rini menekankan, warga yang mengalami kesulitan bisa menghubungi Puspaga atau Bunda PAUD di tingkat kelurahan dan kecamatan. “Kami ingin memastikan setiap anak di Surabaya mendapat pendidikan layak sejak usia dini. Tidak boleh ada anak yang tertinggal,” pungkasnya. (BS/Za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB