Alat Pemantau Gunung Kelud Rp1,5 Miliar Hilang Dicuri

- Publisher

Rabu, 10 September 2025 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak sisa alat pemantau Gunung Kelud di Kediri yang dicuri. (Foto: Istimewa/BS)

i

Tampak sisa alat pemantau Gunung Kelud di Kediri yang dicuri. (Foto: Istimewa/BS)

BicaraSurabaya.com – Pos Pengamatan Gunung Kelud melaporkan hilangnya salah satu alat pemantau gunung api yang baru dipasang setahun lalu. Perangkat seismik bernilai hingga Rp1,5 miliar itu diduga dicuri di kawasan hutan Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Pengamat Gunung Kelud, Budi Prianto, mengatakan kejadian ini pertama kali diketahui pada 8 September 2025, ketika alat tidak lagi mengirimkan data. “Awalnya kami kira hanya gangguan teknis, seperti aki drop. Setelah dicek di lapangan, ternyata ada pencurian,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).

Baca Juga:  Polisi Terapkan Rekayasa Lalin di 22 Titik Saat May Day Surabaya

Barang yang raib antara lain enam unit aki, penangkal petir, perangkat Seismik Broadband Certimus beserta kabelnya, serta beberapa perlengkapan pendukung. Lokasi alat berada di jalur pendakian menuju Situs Gadungan, kawasan yang sulit dijangkau masyarakat umum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau orang biasa sulit mencapai lokasi itu, hanya pendaki yang terbiasa lewat jalur tersebut,” tambah Budi.

Pencurian ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak pada sistem pemantauan Gunung Kelud. Alat seismik tersebut berfungsi merekam getaran gempa, sementara perangkat deformasi digunakan untuk mendeteksi pergeseran tanah.

Baca Juga:  Setelah Bertahun-tahun Diselidiki, KPK Ungkap Tersangka Kasus Lamongan

“Kerugiannya bukan hanya alat yang mahal, tapi juga hilangnya data pemantauan gunung,” tegasnya.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung dan Polsek Gandusari, Blitar. Padahal, di sekitar lokasi sudah terpasang pagar pengaman dan papan peringatan yang menyebutkan larangan mengganggu alat pemantau gunung api, dengan ancaman denda Rp500 juta dan kurungan lima tahun.

Saat ini, Pos Pengamatan Gunung Kelud memiliki sembilan unit alat pemantau yang tersebar di Kediri, Blitar, dan Malang. Perangkat yang hilang tersebut merupakan salah satu dari tiga unit baru yang dipasang pada 2024. (BS/Za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB