Bicarasurabaya.com – Dalam upaya memperkuat keterampilan komunikasi generasi muda, Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelatihan public speaking kepada seluruh pengurus OSIS SMA Negeri 2 Surabaya, pada Rabu (16/4/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendampingi pelajar sekolah menengah untuk menjadi pemimpin yang komunikatif, percaya diri, dan berwawasan.
Pelatihan yang dilaksanakan secara intensif ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jatim. Mereka hadir tidak hanya sebagai narasumber, tetapi juga sebagai fasilitator yang secara aktif membimbing peserta melalui pendekatan praktis dan interaktif.
Dosen pendamping kegiatan, Mohammad Syarrafah, mengatakan pelatihan ini dirancang secara aplikatif agar para pengurus OSIS dapat langsung mengimplementasikan keterampilan public speaking, terutama dalam aktivitas organisasi dan kepemimpinan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagai pengurus OSIS, mereka memiliki banyak tanggung jawab yang menuntut kemampuan tampil dan berbicara di depan umum. Dengan pelatihan ini, kami ingin membekali mereka dengan teknik komunikasi yang tidak hanya efektif dan persuasif, tetapi juga menarik dan relevan dengan audiens mereka,” jelas Syarrafah.
Materi pelatihan mencakup pemahaman dasar tentang public speaking, teknik membuka dan menutup pidato yang menarik, pengelolaan rasa gugup, penggunaan bahasa tubuh, hingga praktik langsung berbicara di depan audiens. Seluruh peserta juga diberi kesempatan untuk tampil dalam simulasi pidato singkat, yang kemudian dievaluasi secara konstruktif oleh tim pelatih.

Pembina OSIS SMAN 2 Surabaya, Mustakim, menyampaikan apresiasi atas kontribusi UPN “Veteran” Jatim dalam mendukung pengembangan kapasitas siswa di sekolahnya.
“Kami merasa sangat terbantu dengan pelatihan ini. Kemampuan public speaking bukan hanya penting dalam konteks organisasi sekolah, tetapi juga menjadi bekal utama dalam dunia akademik dan profesional. Harapan kami, kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut dan diperluas,” tuturnya.
Kegiatan ini pun disambut antusias oleh para siswa. Mereka aktif berdiskusi, mencoba tampil di depan kelas, dan menerima masukan dengan terbuka. Salah satu mahasiswa yang juga menjadi pemateri dalam kegiatan itu, Bintang Mahesa, mengaku bahwa kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat bagi para peserta, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi dirinya sebagai calon praktisi komunikasi.
“Saya dulu termasuk orang yang sangat gugup saat harus berbicara di depan umum. Tapi karena sering latihan, saya mulai merasa lebih percaya diri. Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kemampuan berbicara bukan bawaan lahir, melainkan keterampilan yang bisa dipelajari siapa saja,” kata Bintang.
Ia bersama tim mahasiswa lainnya menyajikan materi dengan metode yang menyenangkan, menggunakan games, simulasi, dan studi kasus yang dekat dengan dunia remaja, sehingga membuat suasana pelatihan lebih hidup dan mudah dipahami.
Kegiatan pengabdian ini tidak hanya menjadi sarana berbagi ilmu, tetapi juga wadah kolaboratif antara dunia kampus dan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda yang komunikatif dan siap memimpin. “Ini cara kami mendukung Indonesia emas 2045,” pungkasnya. (Penulis: Mohammad Syarrafah/BS01)






