3,5 Tahun 64.972 Meter Jalan di Surabaya Telah Diperbaiki, Wali Kota Eri: Bukan Lagi Tambal Sulam

- Publisher

Senin, 19 Agustus 2024 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memantau pengerjaan jalan/Dok. Diskominfo

i

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memantau pengerjaan jalan/Dok. Diskominfo

Bicarasurabaya.com – Kota Surabaya sedang mengalami perubahan besar dalam hal infrastruktur jalan. Setelah lebih dari 20 tahun dengan metode tambal sulam dalam memperbaiki jalan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan perbaikan yang lebih menyeluruh dan terstruktur.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa metode tambal sulam yang selama ini dilakukan memerlukan pendekatan yang lebih serius. Karenanya, ia menekankan bahwa perbaikan jalan saat ini dilakukan melalui flexible pavement atau rigid pavement secara menyeluruh.

“Kota Surabaya ini sudah hampir 20 tahun lebih, kita mengerjakan perbaikan jalan dengan cara tambal sulam ketika ada jalan berlubang. Tetapi saat ini kita lakukan pengaspalan secara keseluruhan,” ujar Wali Kota Eri saat meninjau persiapan perbaikan Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (6/8/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Kota Eri memberikan catatan penting kepada Perangkat Daerah (PD) terkait mengenai teknik perbaikan jalan yang harus dilakukan. Menurut dia, perbaikan jalan melalui pengaspalan atau overlay tidak boleh dilakukan secara sporadis di berbagai titik yang berbeda.

“Jadi kalau mengerjakan aspal harus mulai dari ujung ke ujung agar nyambung. Jadi misal, di titik ini dikerjakan, lalu di lokasi sana dikerjakan, maka akhirnya tidak rata. Sehingga harus dilakukan dari ujung ke ujung,” tegasnya.

Infografis pembangunan jalan di Surabaya/Dok. Diskominfo Surabaya
Infografis pembangunan jalan di Surabaya/Dok. Diskominfo Surabaya

Dinas Sumber Daya Air Dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya mencatat, dalam 3,5 tahun terakhir sejak 2021 hingga 2024, total panjang serta luas jalan yang telah dibangun dan diperbaiki Pemkot Surabaya terus mengalami peningkatan. Yakni, mencapai panjang total 64.972,54 meter dan luas 753.406,71 meter persegi.

Baca Juga:  Peringatan HJKS ke-731, Surabaya Pecahkan Rekor MURI Pembentukan Pos Bantuan Hukum Terbanyak se-Indonesia

Pada tahun 2021, total jalan yang dibangun dan diperbaiki mencapai panjang 1.906,97 meter dengan luas 19.538,64 meter persegi. Lalu pada tahun 2022, mencapai panjang total 4.643,42 meter dengan luas 29.817,50 meter persegi.

Selanjutnya pada tahun 2023, jalan yang sudah dibangun dan diperbaiki meningkat menjadi total 28.150,50 meter dengan luas 345.295,59 meter persegi. Sementara di tahun 2024, jalan yang telah dibangun dan diperbaiki mencapai panjang total 64.972,54 meter dan luas 753.406,71 meter persegi.

Perbaikan jalan yang dilakukan Pemkot Surabaya pada tahun 2024 ini meliputi beberapa kawasan. Di antaranya, Jl Bubutan – Jl Kebon Rojo – Jl Pahlawan – Jl Gemblongan mencapai panjang 2.353 meter dengan lebar 17 meter dan luas 40.001 meter persegi. Lalu Jalan Ahmad Yani (CITO – Bundaran Dolog) mencapai panjang 2.325 meter dengan lebar 14,50 meter dan luas 33.712,50 meter persegi.

Kemudian, Jalan Ahmad Yani (Bundaran Dolog – Terminal Intermoda Joyoboyo) mencapai panjang 2.468 meter dengan lebar 18,50 meter dan luas 45.658 meter persegi. Selanjutnya, Jalan Petemon II panjang 1.237,70 meter dengan lebar 5 meter dan luas 6.188,50 meter persegi. Lalu Jalan Dharmawangsa Sisi Timur panjang 1.207,30 meter dengan lebar 9,28 meter dan luas 11.203,74 meter persegi.

Baca Juga:  Permudah Layanan Kesehatan, Pemkot Surabaya Sediakan 1 RW 1 Nakes dan 1 Ambulans Kelurahan

Tidak hanya itu, pembangunan dan perbaikan jalan yang dilakukan Pemkot Surabaya pada tahun 2024, juga dilakukan di Jalan Kedung Baruk – Kalirungkut dengan panjang total 2.766,75 meter, lebar 7,78 meter dan luas 21.525,32 meter persegi.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu menggarisbawahi bahwa pengaspalan harus dilakukan merata di seluruh wilayah yang sama sebelum berpindah ke wilayah lainnya. Hal ini sekaligus untuk memastikan kualitas jalan agar rata dan meminimalisir aspal bergelombang.

“Jadi mengerjakan jalan itu harus per wilayah. Jika selesai baru pindah wilayah, sehingga jalan itu bisa mengurangi kemacetan karena jalannya rata,” beber Wali Kota Eri.

Misalnya, ia menyebut, di Jalan Kertajaya Surabaya, masih terdapat beberapa bagian jalan yang perlu diperbaiki. Terutama dari Viaduct Gubeng Kertajaya hingga menuju arah ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang masih bergelombang dan membutuhkan pengaspalan ulang. “Karena itu jalan gelombang, maka harus dilakukan pengaspalan ulang,” ujarnya.

Pengaspalan jalan di Surabaya/Dok.Diskominfo Surabaya
Pengaspalan jalan di Surabaya/Dok.Diskominfo Surabaya

Di samping itu, Wali Kota Eri juga mengingatkan kepada PD terkait pentingnya sosialisasi kepada warga mengenai penutupan jalan saat pengaspalan berlangsung. Ia juga berharap kepada pengendara tidak melewati jalan saat sedang dilakukan pengaspalan pada malam hari. “Karena kalau jalan dibuka setengah-setengah, maka pengerjaannya menjadi lebih lama,” tambahnya.

Baca Juga:  Wujudkan Kota Layak Anak Dunia, Pemkot Surabaya Berpartisipasi Dalam Forum CFCI di China

Ia memastikan bahwa program perbaikan infrastuktur jalan tidak hanya fokus pada jalan-jalan protokol utama. Tetapi juga mencakup seluruh wilayah di Kota Surabaya hingga tahun 2027. “Insyaallah nanti sampai tahun 2027, se-Surabaya harus diaspal semua, mulai sampai ujung ke ujung. Jadi mengaspal-nya tidak boleh melompat – melompat, tapi langsung per kawasan,” jelasnya.

Salah satu jalan yang menjadi perhatian Wali Kota Eri adalah Jalan Jagir Surabaya. Ia mengakui bahwa Jalan Jagir masih membutuhkan pengaspalan agar lebih merata. “Termasuk Jalan Jagir, sama nanti kita kerjakan dari posisi Jalan Ahmad Yani ke arah Rumah Sakit Islam (RSI) juga ke arah Jalan Jagir,” katanya.

Selain itu, pengaspalan juga akan dilakukan di area Stasiun Jalan Wonokromo (DTC) maupun Jalan Panjang Jiwo. Wali Kota Eri berharap, dengan pengaspalan yang merata, kualitas jalan di Surabaya akan meningkat, sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi pengendara.

“Dengan adanya perbaikan jalan yang menyeluruh, kami berharap Surabaya akan menjadi kota dengan infrastruktur jalan yang lebih baik dan dapat menunjang aktivitas warga dengan lebih efektif,” pungkasnya. (ADV)

Berita Terkait

Kolaborasi Pemkot Surabaya, Kejati Jatim dan BPN Berhasil Selamatkan Aset Senilai Rp1 Triliun
Lomba Kampung Pancasila Surabaya 2026 Dimulai, 1.360 RW Menuju 200 Besar dan 35 Terbaik
Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga
Program Pisang Danor Jadi Strategi Surabaya Kurangi Sampah dan Tekan Biaya TPA
SGE 2026 Catat Transaksi Rp7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas
Raih Dua Penghargaan Nasional, Surabaya Buktikan Satu Data NIK Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Sukses Tekan Bansos Salah Sasaran, Uji Coba Perlinsos Digital di Surabaya Hampir 100 Persen
Peringatan HAN 2026, Pemerintah Pusat Apresiasi Komitmen Surabaya Penuhi Hak dan Lindungi Anak
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 12:30 WIB

Kolaborasi Pemkot Surabaya, Kejati Jatim dan BPN Berhasil Selamatkan Aset Senilai Rp1 Triliun

Senin, 21 September 2026 - 13:25 WIB

Lomba Kampung Pancasila Surabaya 2026 Dimulai, 1.360 RW Menuju 200 Besar dan 35 Terbaik

Rabu, 9 September 2026 - 19:16 WIB

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Program Pisang Danor Jadi Strategi Surabaya Kurangi Sampah dan Tekan Biaya TPA

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:44 WIB

SGE 2026 Catat Transaksi Rp7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB