Datang ke Pabrik, Kapolri Inginkan Tidak Ada Kelangkaan Minyak Goreng

- Publisher

Rabu, 16 Maret 2022 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bicarasurabaya.com – Adanya kelangkaan, termasuk naiknya harga minyak goreng di pasaran mendapat perhatian dari Polri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berharap produsen mendistribusikan minyak goreng dengan normal sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, dengan langkah tersebut diharapkan tidak terjadi kelangkaan di pasaran. Baik itu untuk minyak goreng curah atau minyak goreng kemasan.

“Yang paling penting adalah barang berada di pasar dan khususnya kebutuhan masyarakat yang banyak menggunakan minyak curah,” kata Kapolri di Kota Bekasi, Rabu (16/3/2022).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di kota ini, Listyo Sigit Prabowo memantau produksi minyak goreng di pabrik. Ia mendatangi dan mengecek produksi minyak goreng di pabrik PT Mikie Oleo Nabati Industri, Bekasi.

Menurutnya, ketersediaan minyak goreng dan harganya akan dipantau. Dikatakan, pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Karena itu, baik produsen atau pedagang dikatakannya tidak boleh menjual minyak goreng itu di atas HET.

Baca Juga:  Kapolri Sebut Penerapan PPKM Darurat untuk Menjaga Keselamatan Rakyat

“Kita harapkan harga eceran tertingginya bisa dilaksanakan karena memang ada kebijakan dari pemerintah untuk memberikan subsidi,” terang Sigit.

Dalam kesempatan itu, Sigit juga mensosialisasikan kebijakan terbaru pemerintah soal subsidi harga minyak curah dari harga Rp 11.500 per liter menjadi Rp 14 ribu per liter. Soal minyak kemasan akan disesuaikan dengan nilai keekonomian.

“Dalam kesempatan ini, saya imbau kepada seluruh stakeholder terkait, mulai perusahaan produsen, kemudian perusahaan CPO yang mempersiapkan bahan baku, dan juga penjual yang mendistribusikan baik di pasar modern maupun tradisional, saya harapkan untuk barang-barang bisa didistribusikan seperti biasa. Jangan sampai ada kelangkaan, sehingga stok tetap terjaga,” ujarnya.

Dia menginginkan tidak ada lagi antrean membeli minyak goreng. Dia juga berharap kelangkaan minyak goreng bisa teratasi beberapa hari ke depan. Sehingga di masyarakat pun tidak ada panic buying.

Baca Juga:  Dikunjungi Panglima dan Kapolri, Aglomerasi Surabaya Raya Siap Menuju Level 1

“Saya harapkan untuk barang-barang bisa didistribusikan seperti biasa. Jangan sampai ada kelangkaan, sehingga stok tetap terjaga. Antrean yang kemarin banyak terjadi saat operasi pasar, maka dalam beberapa hari ke depan ini bisa kembali normal,” ujarnya.

Sigit mengatakan fenomena-fenomena antrean panjang dari masyarakat yang hendak mendapatkan minyak goreng di pasaran diharapkan sudah tidak terjadi.

“Sekali lagi harapan kita ke depan, dengan adanya kebijakan-kebijakan yang ada, tidak ada lagi antrean terkait dengan masyarakat yang membutuhkan minyak karena adanya kelangkaan,” ucap mantan Kapolda Banten tersebut.

Sementara itu, dalam pengecekannya di pabrik PT Mikie Olio, Bantargebang, ia menyatakan produksi minyak goreng di pabrik ini berjalan normal. Bahkan produksi pada bulan Februari lebih besar dari bulan sebelumnya.

Baca Juga:  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Tegaskan Polri Harus Kuat Menjaga Stabilitas Kamtibmas

“Produksi dari PT Mikie Olio berjalan normal, bahkan di bulan Februari produksinya jauh lebih besar dari bulan-bulan biasanya,” terangnya.

PT Mikie Olie memproduksi minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan. Setiap hari, pabrik tersebut memproduksi serta mendistribusikan sekitar 200 ribu liter minyak goreng.

Corporate Affairs Musim Mas Group, Togar Sitanggang, mengatakan tidak ada pengurangan produksi selama beberapa bulan ke belakang. Dia mengatakan produksi pada Februari mengalami kenaikan volume.

“Produksi kita berjalan normal, sebelum dan sesudah adanya kebijakan-kebijakan dari pemerintah. Justru di bulan Februari itu boleh dibilang volume yang tertinggi yang pernah kita lakukan,” tuturnya.

“Kalau penjualan kita di Januari itu sekitar hampir 3 juta liter, di Februari kita jual 5,9 juta liter, mudah-mudahan nanti sampai dengan akhir tahun kita akan tetap berjalan normal minimum 3 juta liter,” sambungnya. (BS01)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
UMK Jatim 2027 Belum Dibahas, Buruh Dorong Kenaikan 5-9%
Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian
Khofifah: Combine Harvester Pangkas Panen dari 3 Hari Jadi 1 Jam per Hektare
Putri Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah Nyai Mahfudhoh Aly Ubaid Wafat
Emil Dardak Dorong Akses Informasi Beasiswa Diperluas untuk Anak Muda Jatim
Mensos Targetkan 50% Penduduk Masuk Perlinsos Digital Akhir 2026

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:21 WIB

UMK Jatim 2027 Belum Dibahas, Buruh Dorong Kenaikan 5-9%

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Khofifah: Combine Harvester Pangkas Panen dari 3 Hari Jadi 1 Jam per Hektare

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Putri Pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah Nyai Mahfudhoh Aly Ubaid Wafat

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB