Provinsi Jatim Peringkat Keempat Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia, Dewan Sarankan Ubah Pola Vaksinasi

- Publisher

Sabtu, 17 Juli 2021 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar data Kemenkes, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia per tanggal 16 Juli 2021.

i

Tangkapan layar data Kemenkes, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia per tanggal 16 Juli 2021.


BicaraSurabaya.com – Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat keempat kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia. Ini berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di laman covid19.go.id per tanggal 16 Juli 2021 yang mencatat penyebaran Covid-19 di Jatim mencapai 226.521 kasus.

Ketua DPRD Jatim, Kusnadi menyatakan, saat ini penyebaran kasus Covid-19 yang mendominasi adalah klaster di lingkungan keluarga. Karenanya, dibutuhkan metode atau pola yang efektif untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

“Yang sekarang muncul itu adalah klaster keluarga. Di akhir-akhir ini sekarang yang kita bisa lihat, itu yang muncul adalah klaster keluarga. Jadi klaster keluarga ini yang kemudian membludak,” kata Kusnadi di Gedung DPRD Jatim, Jum’at (16/7/2021).

Kusnadi pun mempertanyakan keefektifan dari model vaksinasi yang diterapkan pemerintah yang dinilainya masih menyasar personal atau umum. Karenanya, ia pun menyarankan agar dapat mengubah pola vaksinasi menjadi berbasis keluarga.

“Pertanyaannya kemudian masih efektifkah model vaksinasi yang kita lakukan secara umum atau personal. Sekarang ini kan sifatnya masih personal. Nah, sekarang bagaimana kalau kemudian target vaksinasi itu tidak lagi pada personal tapi keluarga,” papar dia.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim inipun berkaca dari hasil evaluasinya terhadap penyebaran kasus Covid-19. Ia mencontohkan, misalnya dalam satu keluarga itu suami terpapar Covid-19 dan kemudian melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Baca Juga:  Alhamdulillah… Sebanyak 77.760 Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Jatim

Dalam masa isoman, lanjut dia, tentu suaminya tidak bekerja dan membutuhkan stimulan untuk kehidupan keluarganya. Akhirnya, mau tidak mau keluarga yang lain pun harus terlibat untuk membantu.

“Pasti kan ada juga keluarga yang ikut terlibat. Kemudian, istri kena bagaimana kemudian tanggungjawab suami kalau tidak ngopeni (menafkahi) istrinya. Begitu juga sebaliknya,” jelasnya.

Namun, apabila dalam satu keluarga ini telah divaksin, maka penularan Covid-19 di lingkungan keluarga bisa lebih diminimalisir. Sebab, Kusnadi menyebut, herd immunity dalam satu keluarga itu telah terbentuk sebelumnya.

“Misal kalau yang divaksin ini katakanlah 1 personel dari 5 orang yang ada dalam satu keluarga, menurut saya ini sudah tidak efektif lagi. Maka yang harus divaksin adalah semua, supaya herd immunity ini terbentuk dari keluarga,” ungkap dia.

Baca Juga:  Vaksinasi di Surabaya Dimulai, Plt Wali Kota dan Forpimda Disuntik Vaksin Pertama Kali

Terlebih, Kusnadi menyebut, vaksin Covid-19 sendiri tidak berlaku permanen. Vaksin ini memiliki jangka waktu tertentu dan tergantung dari jenis vaksin. Sehingga, melalui pola vaksinasi keluarga ini diharapkan dapat segera membentuk herd immunity atau kekebalan tubuh masyarakat.

“Jadi herd immunity ini kita bangun dari keluarga. Sekarang ini banyak yang suami meninggal kemudian diikuti istri dan anaknya. Artinya, sekarang ini lingkaran (penyebaran) itu ada di klaster keluarga,” tutupnya. (BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB