Modifikasi Cuaca Digelar Lagi di Jatim, Lahan Tembakau Jadi Pengecualian

- Publisher

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok BMKG

i

Foto: dok BMKG

Bicarasurabaya.com – Jawa Timur kembali menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada pertengahan Oktober 2026 untuk mengantisipasi dampak kekeringan. Namun, wilayah penghasil tembakau tidak akan menjadi sasaran operasi karena tanaman sedang memasuki masa panen.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan OMC akan dilakukan setelah BMKG memprediksi mulai terbentuknya awan hujan di wilayah Jawa Timur.

“Berdasarkan informasi dari BMKG, awan hujan mulai terbentuk positif di pertengahan Oktober ini. Jadi akan kami lakukan OMC pertengahan Oktober,” kata Gatot dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (6/10/2026)

OMC sebelumnya telah beberapa kali dilakukan. Namun, hasilnya belum optimal karena minimnya awan hujan yang bisa dimodifikasi menjadi hujan.

Kali ini, operasi tidak akan menyasar seluruh wilayah Jatim. Sejumlah daerah penghasil tembakau di Pulau Madura dan kawasan utara Jatim dikecualikan karena tanaman mulai memasuki masa panen.

“Di beberapa wilayah saat ini panen tembakau. Tembakau sangat bagus saat ini. Kasihan kalau di saat yang bagus terus kita OMC, itu akan membuat hasil petani rusak,” ujar Gatot.

Baca Juga:  Khofifah Angkat Wakil Wali Kota Jadi Plt Wali Kota Madiun

OMC nantinya lebih difokuskan di sebagian besar wilayah selatan Jawa Timur.

Gatot mengatakan OMC menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengurangi dampak kemarau panjang yang melanda Jatim sepanjang 2026.

Kekeringan telah memicu krisis air bersih di puluhan desa dan kelurahan yang tersebar di 25 kabupaten/kota.

Sebanyak 24 kabupaten/kota telah menetapkan status darurat kekeringan dan rutin menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

Sementara Kabupaten Nganjuk tidak menetapkan status kedaruratan, tetapi tetap rutin melakukan dropping air bersih ke wilayah yang mengalami kekurangan air.

Baca Juga:  Banjir Rendam Rel di Semarang, Perjalanan KA dari Surabaya dan Jakarta Terganggu

Bantuan air bersih juga disalurkan PMI, TNI, Polri, lembaga sosial kemanusiaan, hingga perusahaan swasta.

Selain OMC dan dropping air, Pemprov Jatim menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memerintahkan BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk memetakan daerah rawan krisis air yang sebenarnya memiliki sumber air, tetapi belum terjangkau masyarakat.

Sumber air tersebut nantinya dapat dioptimalkan melalui pembangunan jaringan pipanisasi maupun sumur bor, sehingga kebutuhan air warga tidak hanya bergantung pada bantuan saat kemarau. (BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB