Seragam Mahal dan Fasilitas Rusak, Eri Soroti Penggunaan Dana BOPDA

- Publisher

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: dok.Diskominfo Surabaya)

i

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: dok.Diskominfo Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyoroti dua persoalan di sekolah negeri: harga perlengkapan seragam yang masih dikeluhkan mahal dan fasilitas sekolah yang tidak layak. Padahal, sekolah mendapat dukungan anggaran melalui Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA).

Sorotan itu disampaikan Eri saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SMPN 47 Surabaya, Jumat (2/10/2026). Dalam sidak tersebut, ia menemukan dua kamar mandi sekolah dalam kondisi terkunci karena tidak dapat digunakan.

Eri juga melihat persoalan fasilitas lainnya, mulai dari air yang menggenang hingga saluran air yang tidak berfungsi. Kondisi itu membuatnya meminta penggunaan anggaran sekolah dievaluasi dan dioptimalkan untuk pemeliharaan fasilitas.

“Kamar mandi ini adalah hal yang paling penting. Ada dua kamar mandi yang dikunci, digembok, karena tidak bisa digunakan,” kata Eri.

Menurut Eri, kondisi tersebut tidak seharusnya terjadi di sekolah negeri. Ia meminta anggaran BOPDA dan Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS) dimanfaatkan untuk memastikan fasilitas dasar sekolah berfungsi dengan baik.

“Cek semua anggaran sekolah BOPDA dan BOSNAS. Masa sekolah seperti ini, kamar mandi rusak semua,” tegasnya.

Selain fasilitas, Eri kembali menyoroti harga perlengkapan seragam sekolah. Ia meminta tidak ada lagi keluhan orang tua mengenai harga topi, dasi, kaus kaki, sabuk maupun perlengkapan lainnya yang dinilai terlalu mahal.

Baca Juga:  Libatkan Pengusaha, Surabaya Perkuat Pengawasan CCTV Terpadu

Eri mengatakan aturan terkait seragam akan diperketat mulai tahun depan. Dinas Pendidikan Surabaya diminta menyebarkan edaran kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP negeri.

“Tahun depan aturan tersebut wajib ditaati seluruh SD-SMP Negeri,” ujarnya.

Eri juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan apabila masih menemukan persoalan harga perlengkapan sekolah. Ia bahkan mengancam memberikan sanksi kepada pihak sekolah yang terbukti melanggar.

“Sampai masih ada laporan, saya pastikan kepala sekolahnya saya ganti, Kepala Dinas Pendidikan saya beri sanksi,” tegas Eri.

Eri tidak hanya meminta perbaikan kamar mandi. Seluruh SD dan SMP negeri juga diminta memastikan tidak ada barang bekas yang menumpuk di lingkungan sekolah.

Baca Juga:  BPBD Soroti Parkir di Gang, Warga Pucang Sewu Terapkan Denda Rp 500 Ribu

Ia memberikan tenggat hingga akhir pekan untuk pembenahan dan menyatakan akan kembali melakukan pengecekan.

Eri juga mendorong agar fasilitas yang sudah diperbaiki tidak kembali rusak karena minim perawatan. Salah satu usulnya ialah menyediakan petugas khusus untuk menjaga kebersihan kamar mandi sekolah.

“Nanti di situ diberikan penjaga. Kalau yang perempuan ya perempuan, yang laki-laki ya laki-laki. Jadi setelah anak-anak keluar, langsung dibersihkan,” katanya.

Eri berharap pembenahan fasilitas dan pengawasan terhadap perlengkapan sekolah berjalan bersamaan. Dengan begitu, anggaran pendidikan tidak hanya terserap, tetapi benar-benar terasa manfaatnya bagi siswa dan orang tua. (BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB