RAPBD Surabaya 2027 Rp12,8 T, Anggaran Pendidikan Naik Jadi 22%

- Publisher

Rabu, 30 September 2026 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Eri Cahyadi bersama Wakil Ketua DPRD Arif Fathoni usai sepakati RAPBD 2027 Kota Surabaya

i

Wali Kota Eri Cahyadi bersama Wakil Ketua DPRD Arif Fathoni usai sepakati RAPBD 2027 Kota Surabaya

Bicarasurabaya.com – Pemkot Surabaya memprioritaskan pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam RAPBD 2027. Dari rancangan anggaran tersebut, sektor pendidikan mendapat porsi 22 persen.

Angka itu naik dibandingkan alokasi pendidikan dalam APBD 2026 yang tercatat 20 persen. Sementara anggaran kesehatan dalam RAPBD 2027 dialokasikan hampir 20 persen.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan berbagai program tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama DPRD untuk menentukan skala prioritas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua koreksi, saran, dan arahan dari fraksi akan kita jawab. Setelah diparipurnakan, nanti dibahas bersama di komisi-komisi untuk menentukan skala prioritas,” kata Eri seusai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Surabaya, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga:  Harga Emas Antam Turun Rp55.000, UBS dan Galeri24 Stabil

Menurut Eri, tidak semua usulan bisa langsung dimasukkan ke dalam anggaran. Karena itu, pembahasan di tingkat komisi diperlukan untuk menentukan program yang paling prioritas.

Pendidikan dan Kesehatan Jadi Fokus

Eri mengatakan besarnya porsi pendidikan dan kesehatan tidak berdiri sendiri. Kedua sektor tersebut berkaitan dengan upaya Pemkot Surabaya menangani stunting, gizi buruk hingga kemiskinan.

“Fokus prioritas kita tetap sama, penanganan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, Rutilahu dan pengurangan angka pengangguran terbuka,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya tetap mengalokasikan anggaran untuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) serta perbaikan jalan.

Eri menekankan penentuan penerima bantuan maupun program pembangunan harus didasarkan pada kebutuhan masyarakat. Menurutnya, proses tersebut harus dilakukan secara transparan dan objektif.

Baca Juga:  PKH dan BPNT Cair Mulai 20 Juli 2026, Ini Penjelasan Kemensos

“Penentuan penerima manfaat harus berbasis kebutuhan nyata masyarakat di lapangan, bukan berpatokan pada kepentingan tertentu,” tegasnya.

Pemkot Surabaya juga terus membenahi data desil yang menjadi salah satu dasar penentuan penerima bantuan.

Eri mengatakan proses pemutakhiran data melibatkan masyarakat di tingkat lingkungan. Warga dilibatkan untuk melihat kondisi sosial ekonomi penerima manfaat agar bantuan tidak salah sasaran.

“Perbaikan desil terus berjalan dan kita bergerak bersama masyarakat. Masyarakat ikut menentukan yang menjadi prioritas di lingkungannya,” katanya.

Ia mencontohkan adanya warga yang secara kondisi ekonomi dinilai tidak layak masuk kelompok desil rendah, sementara warga lanjut usia yang membutuhkan bantuan justru tercatat dalam desil lebih tinggi.

Baca Juga:  Inflasi Surabaya 5,11 Persen, Emas dan Tiket Pesawat Jadi Penyumbang

Eri berharap pelibatan masyarakat dan pencatatan hasilnya dalam berita acara dapat membuat data penerima bantuan lebih tepat sasaran.

“Kalau masyarakat yang menentukan sendiri dan dituangkan dalam berita acara, datanya akan jauh lebih adil dan tepat sasaran,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkot Surabaya telah menyampaikan RAPBD 2027 kepada DPRD Surabaya pada Senin (28/9/2026). Total RAPBD yang diproyeksikan mencapai Rp12,8 triliun.

Pembahasan selanjutnya akan dilakukan DPRD bersama Pemkot Surabaya untuk menentukan prioritas program dan alokasi anggaran sebelum RAPBD 2027 ditetapkan menjadi APBD. (BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB