Bicarasurabaya.com — Gunung Semeru kembali erupsi pada Senin (28/9/2026) malam. Erupsi terjadi pukul 21.01 WIB dan disusul suara dentuman yang terekam kamera CCTV pemantauan di sekitar kawasan gunung.
Rekaman menunjukkan suara dentuman terdengar sekitar pukul 21.02.22 WIB, atau sekitar satu menit setelah erupsi.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Rita Susilawati membenarkan dentuman tersebut berkaitan dengan erupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Suara dentuman karena terjadinya erupsi,” kata Rita dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (29/9/2026) pagi ini.
Rita mengatakan dentuman merupakan fenomena yang dapat terjadi saat gunung api erupsi. Namun, tidak setiap erupsi selalu disertai suara tersebut.
“Biasa terjadi. Kadang erupsi Gunungapi dapat disertai dengan dentuman, kadang tidak,” ujarnya.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru PVMBG, erupsi menghasilkan kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak atau mencapai sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Abu bergerak ke arah barat daya.
Aktivitas erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm. Durasi erupsi tercatat sekitar 2 menit 9 detik.
Hingga laporan ini dibuat, Gunung Semeru masih berstatus Level III (Siaga).
PVMBG mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi rekomendasi keselamatan di kawasan Gunung Semeru.
Aktivitas dilarang di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak. Warga juga diminta menjauhi area dalam radius 500 meter dari tepi sungai Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar.
PVMBG juga meminta warga mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mengabaikan batas aman yang telah ditetapkan selama aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). (BS/za)









