Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya

- Publisher

Selasa, 15 September 2026 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr. Venny Singgih, Sp.P., dosen Fakultas Kedokteran UK Petra yang membahas mengenai bahaya material abu vulkanik bagi paru-paru. (Foto: dok Humas UK Petra)

i

dr. Venny Singgih, Sp.P., dosen Fakultas Kedokteran UK Petra yang membahas mengenai bahaya material abu vulkanik bagi paru-paru. (Foto: dok Humas UK Petra)

Bicarasurabaya.com – Aktivitas Gunung Anak Krakatau memang mereda. Namun, statusnya masih berada di level III atau Siaga. Sisa material vulkanik dari erupsi sebelumnya juga masih berpotensi membahayakan kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Pakar pulmonologi dan respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen (UK) Petra, dr Venny Singgih, SpP, mengatakan material erupsi gunung api terdiri dari partikel dan gas. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah partikel sangat kecil seperti PM10 dan PM2,5.

Partikel tersebut dapat masuk jauh ke saluran pernapasan hingga alveoli atau bagian terdalam paru-paru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Paparan konsentrasi tinggi dapat memicu iritasi saluran napas hingga menyebabkan batuk hebat, sesak napas, dan penurunan saturasi oksigen,” kata Venny.

Baca Juga:  Tekan Inflasi, 93 Titik Pasar Murah Surabaya Mulai 2 Maret

Paparan juga dapat menimbulkan gangguan pada mata dan kulit. Mata bisa terasa perih dan berair, sementara kulit dapat mengalami gatal atau ruam.

Risiko Kerusakan Paru Permanen

Bahaya abu vulkanik tidak hanya muncul dalam waktu singkat. Paparan debu silika kristalin dalam konsentrasi rendah tetapi berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun dapat menyebabkan silikosis.

Menurut Venny, debu silika yang masuk ke paru-paru dapat memicu fibrosis atau pembentukan jaringan parut permanen. Kondisi tersebut membuat fungsi paru menurun dan kerusakannya tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.

“Sifat debu silika ini tidak dapat dieliminasi tubuh. Akibatnya, timbul fibrosis atau jaringan parut permanen yang menurunkan fungsi paru,” ujarnya.

Baca Juga:  Sudaryono Mulai Bersih-bersih BGN, 261 Pegawai Diberhentikan

Karena itu, masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik diminta melakukan perlindungan sejak awal.

Cara Lindungi Diri dari Abu Vulkanik

Venny menyarankan masyarakat segera masuk ke dalam rumah dan menutup rapat pintu serta jendela. Celah yang memungkinkan udara berdebu masuk juga perlu ditutup.

Jika mata terkena abu, jangan dikucek. Segera bilas menggunakan air bersih atau air steril.

Pakaian yang digunakan dari luar rumah juga sebaiknya segera dilepas dan dimasukkan ke dalam kantong tertutup. Setelah itu, masyarakat dianjurkan mandi hingga bersih agar partikel vulkanik tidak menyebar.

Masyarakat di zona rawan juga disarankan menyiapkan perlengkapan perlindungan seperti goggles, masker N95, dan pakaian tertutup.

Baca Juga:  Limbah Medis Diduga Milik RSUD Surabaya Ditemukan di Parit Tol Juanda

Kelompok rentan, termasuk penderita asma, anak-anak, bayi, dan lansia, perlu lebih waspada. Obat rutin seperti inhaler bagi penderita asma juga sebaiknya selalu tersedia.

Pembersihan rumah setelah paparan abu juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Venny mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan sapu atau alat peniup debu karena dapat membuat partikel kembali beterbangan.

Debu sebaiknya dibersihkan menggunakan lap basah atau vacuum cleaner. Jika muncul gangguan pernapasan yang mengganggu, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Venny juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi. (BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB