Bicarasurabaya.com – Sejumlah warga Surabaya mengeluhkan kondisi air PDAM yang tiba-tiba keruh, berbau menyengat, dan berbusa. Keluhan itu muncul di sejumlah wilayah pada Minggu (6/9/2026).
Warga yang mengeluhkan kondisi tersebut antara lain berasal dari Dapuan Baru, Gunung Sari, Kedurus, Petemon, Simo, Babatan Indah, Jambangan hingga Gayungsari. Kondisi air membuat sebagian warga ragu menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.
Mudjiadi (62) warga Dapuan Baru, mengatakan air yang mengalir di rumahnya mulai berubah sejak Minggu (6/9) pagi. Selain keruh, air tersebut juga mengeluarkan bau seperti bahan kimia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Airnya bau seperti cairan pembersih lantai, keruh. Tanya tetangga juga gitu,” kata Mudjiadi.
Ia mengaku khawatir menggunakan air tersebut, terutama untuk anaknya yang masih kecil. Dia takut kondisi air menimbulkan masalah pada kulit.
Kondisi serupa dialami Agung (49), warga Grudo. Awalnya, dia mengira air yang keruh hanya sesaat. Namun setelah air dibuang dan keran kembali dibuka, air terlihat keruh dan bau.
“Awalnya terlihat biasa. Setelah tertampung di bak mandi terlihat keruh dan bau bahan kimia,” ujarnya.
Ia mengatakan telah melaporkan kondisi tersebut kepada PDAM sejak Sabtu malam. Namun, hingga Minggu pagi, menurut dia, kondisi air belum berubah.
Kondisi itu membuat aktivitas rumah tangga ikut terganggu, terutama untuk mandi dan mencuci.
“Ya mau pakai air apa lagi. Tetap pakai air itu,” tuturnya.
PDAM Lakukan Pengecekan
PDAM Surya Sembada membenarkan telah menerima informasi mengenai keluhan warga tersebut. Perusahaan langsung menerjunkan tim untuk mengecek kondisi air di lapangan.
” Saat ini sedang dilakukan pengecekan,” kata Widya, Humas PDAM Surya Sembada, saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan mengenai penyebab air menjadi keruh, berbau, dan berbusa. PDAM masih melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi tersebut. (BS/za)











