Viral Warga Keluhkan Layanan Dispendukcapil Surabaya

- Publisher

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Layanan Adminduk di Kota Surabaya /dok. Pemkot Surabaya

i

Ilustrasi: Layanan Adminduk di Kota Surabaya /dok. Pemkot Surabaya

Bicarasurabaya.com – Layanan front office Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya menjadi sorotan setelah seorang warga mengeluhkan antrean hingga sikap petugas yang dinilai kurang ramah.

Keluhan itu disampaikan melalui akun Threads @aaykst17 dan kemudian viral di media sosial. Pengunggah mengaku sudah beberapa kali datang dan mengantre cukup lama untuk mengurus KTP kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia.

Namun, saat tiba di loket, dia mengaku justru ditolak petugas tanpa penjelasan yang dianggapnya jelas.

“Saya sudah bolak-balik ke Dispendukcapil dan mengantri cukup lama, tapi langsung ditolak,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Warga itu mengaku sempat diarahkan kembali ke Kelurahan Putat Jaya. Persoalan bertambah karena saat mendatangi kelurahan, dia justru disebut diarahkan untuk melakukan pendaftaran melalui layanan KNG secara mandiri.

Menurut pengunggah, petugas semestinya memberikan penjelasan lebih dulu mengenai alasan warga belum bisa dilayani dan langkah yang harus dilakukan.

Baca Juga:  RDTR Surabaya 2026 Dievaluasi, Rencana Jalan yang Belum Terwujud Dikaji Ulang

Ia juga menyoroti sikap petugas front office yang disebut bernama Navi. Menurutnya, pelayanan yang diterima kurang ramah.

“Setidaknya dijelaskan dulu dasar tidak dilayani karena apa,” tulisnya.

Keluhan tersebut disebut cukup menguras waktu dan tenaga. Pengunggah harus bolak-balik ke Surabaya karena membantu mengurus dokumen kependudukan kedua orang tuanya.

“Saya mengurus KTP ibu dan bapak saya yang sudah sepuh, sedangkan saya perlu bolak-balik ke Surabaya untuk membantu menguruskan. Menyita waktu, menyita tenaga,” lanjutnya.

Baca Juga:  Geger Sahur di Surabaya: Piton 2,5 Meter Ditemukan di Gorong-gorong

Tak berhenti di unggahan Threads, warga tersebut juga memberikan ulasan bintang satu terhadap layanan yang dikeluhkan. Dalam unggahannya, dia menyebut menemukan sejumlah ulasan warga lain yang juga memberikan penilaian rendah.

Dia meminta kualitas pelayanan dan sikap petugas dievaluasi. (BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB