Anak Korban Gempa Flores Diajak Khofifah Bangkit dan Kejar Cita-cita

- Publisher

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Khofifah Temui Anak Korban Gempa Flores: Tetap Semangat Kejar Cita-cita. (Foto: dok Adpim Pemprov Jatim)

i

Khofifah Temui Anak Korban Gempa Flores: Tetap Semangat Kejar Cita-cita. (Foto: dok Adpim Pemprov Jatim)

Bicarasurabaya.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak anak-anak terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali berani bermimpi. Khofifah menilai pemulihan pascabencana tak cukup hanya dengan bantuan logistik, tetapi juga membutuhkan pendampingan psikososial.

Pesan itu disampaikan Khofifah saat mengunjungi SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Khofifah menyerahkan bantuan kemanusiaan dari Pemprov Jatim bersama dukungan CSR.

Di hadapan anak-anak, Khofifah mencoba mencairkan suasana dengan berbincang soal cita-cita. Dia menanyakan siapa yang ingin menjadi gubernur hingga bupati.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah anak langsung mengangkat tangan. Khofifah kemudian menyemangati mereka agar tidak kehilangan cita-cita meski sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Mudah-mudahan semua cita-cita kalian tercapai. Yang ingin jadi tentara atau polisi, semoga bisa menjadi jenderal. Jadilah anak-anak Indonesia yang luar biasa,” kata Khofifah.

Baca Juga:  Produksi Air SPAM Mojolagres Naik 100 Liter/detik, Kini Capai 300 Liter

Khofifah juga menanyakan kesiapan anak-anak kembali bersekolah setelah kondisi lingkungan dan fasilitas pendidikan dinyatakan aman.

“Kalau sekolah sudah bisa digunakan, siap sekolah lagi?” tanya Khofifah.

“Siap!” jawab anak-anak serentak.

Suasana kemudian semakin cair saat Khofifah mengajak mereka bernyanyi. Lagu “Hari Merdeka” dan “Garuda Pancasila” dinyanyikan bersama. Tawa dan tepuk tangan anak-anak pun terdengar di tengah situasi pemulihan pascagempa.

Bagi Khofifah, keceriaan anak-anak menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Menurutnya, anak-anak termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian khusus setelah bencana karena dampak gempa tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik, tetapi juga rasa aman dan kondisi psikologis.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini Bergerak Turun, Cek Rinciannya

Pemprov Jatim telah mengirimkan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) untuk mendampingi masyarakat terdampak, khususnya anak-anak dan lansia. Tim tersebut beranggotakan empat orang dan telah berada di lokasi selama tiga hari saat Khofifah melakukan kunjungan.

“Kami mengirim tim LDP, layanan dukungan psikososial. Tim LDP ini ada empat orang yang sudah tiga hari mereka di sini. Jadi ini tim trauma healing,” ujarnya.

Pendampingan tersebut mencakup penguatan psikologis, konseling, dan trauma healing. Layanan tidak hanya diberikan kepada anak-anak, tetapi juga orang tua dan lansia yang membutuhkan dukungan.

Khofifah menekankan pemulihan psikososial tidak bisa dilakukan hanya dalam satu kali kegiatan. Masyarakat yang masih berada dalam proses pemulihan membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan.

“Prosesnya tidak cukup hanya sekali. Penguatan, konseling dan trauma healing ini membutuhkan waktu,” katanya.

Baca Juga:  Kasus ISPA Jatim Tembus 211 Ribu pada Agustus, Tertinggi Tahun Ini

Dia berharap pendampingan tersebut membantu anak-anak kembali merasa aman dan perlahan menjalani rutinitas. Setelah kondisi memungkinkan, anak-anak diharapkan dapat kembali belajar, bermain, berkumpul dengan teman, serta mengejar cita-cita mereka.

Khofifah juga mengajak orang tua, guru, tenaga kesehatan, relawan, pemerintah daerah, dan masyarakat ikut menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan anak-anak.

“Anak-anakku, kalian tidak sendiri. Kita semua bersaudara. Tetap semangat, sehat dan kuat untuk menghadapi ujian ini,” pesan Khofifah.

Menurutnya, gotong royong dalam penanganan bencana harus mencakup kebutuhan secara menyeluruh. Bantuan logistik menopang kebutuhan sehari-hari, layanan kesehatan membantu pemulihan fisik, sedangkan dukungan psikososial diperlukan agar masyarakat kembali kuat secara mental setelah menghadapi bencana. (BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB