Bicarasurabaya.com – TNI Angkatan Laut (AL) mengirim bantuan logistik dan layanan kesehatan untuk warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua warga yang mengalami dugaan patah tulang bahkan dibawa ke kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso-990 untuk mendapat penanganan medis.
KRI dr. Soeharso-990 tiba di Pelabuhan Reo, Manggarai, pada Jumat (21/8/2026). Kapal tersebut membawa logistik, personel, hingga alat berat dari Surabaya.
Setelah bersandar, personel Korps Marinir Pasmar-2 langsung mendirikan Posko Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) TNI AL di halaman SDK Kedindik, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reo. Posko itu dilengkapi rumah sakit lapangan dan dapur lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Panglima Koarmada II sekaligus Komandan Satgas Gulbencal TNI AL Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya mengatakan fasilitas tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus layanan kesehatan warga terdampak.
“Kehadiran fasilitas ini menjadi salah satu bentuk kesiapsiagaan TNI AL dalam memberikan pelayanan kesehatan serta dukungan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak bencana,” kata Alit dalam keterangan Dinas Penerangan Koarmada II, Sabtu (22/8/2026).
Selain membawa bantuan, KRI dr. Soeharso-990 langsung difungsikan sebagai fasilitas medis bagi korban gempa.
Dua warga yang diduga mengalami patah tulang setelah tertimpa bangunan dibawa ke kapal untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Salah satu pasien bahkan menjalani operasi pemasangan pen yang dilakukan tim medis di atas KRI dr. Soeharso-990.
KRI dr. Soeharso-990 merupakan salah satu dari lima unsur KRI dan dua helikopter yang dikerahkan TNI AL dalam penanganan bencana di wilayah Manggarai.
Sebelum KRI dr. Soeharso-990 tiba, KRI Bung Hatta-370 lebih dulu bersandar di Manggarai pada Rabu (19/8/2026).
KRI Bung Hatta-370 membawa 1.150 paket sembako dan 200 tenda keluarga. Bantuan tersebut terdiri dari paket sembako dari Presiden Prabowo Subianto serta tenda keluarga dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bantuan kemudian disalurkan kepada warga di Desa Waso, Desa Robek, dan Desa Wangkung.
Laksda Alit meninjau langsung proses pembongkaran bantuan dari KRI dr. Soeharso-990 serta operasional Posko Gulbencal TNI AL. Peninjauan dilakukan untuk memastikan bantuan dan pelayanan berjalan aman, tertib, serta tepat sasaran.
Penanganan gempa di Flores ini sebelumnya juga menjadi perhatian langsung pemerintah pusat. Pada Kamis (20/8), Alit memimpin penanganan bencana di wilayah Pulau Flores. Sehari berikutnya, dia mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau kondisi warga terdampak gempa di Kecamatan Reo.
Dengan pengerahan kapal rumah sakit, posko kesehatan, dapur lapangan, hingga distribusi logistik, TNI AL melanjutkan penanganan di Manggarai untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendapat perawatan akibat dampak gempa. (BS/za)











