Lomba Kampung Pancasila Surabaya Dimulai September, 1.360 RW Disaring Jadi 165 Terbaik

- Publisher

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Satgas Kampung Pancasila tingkat Kota Surabaya, Irvan Widyanto (Foto: dok bicarasurabaya.com)

i

Ketua Satgas Kampung Pancasila tingkat Kota Surabaya, Irvan Widyanto (Foto: dok bicarasurabaya.com)

Bicarasurabaya.com – Sebanyak 1.360 RW di Surabaya bakal mengikuti Lomba Kampung Pancasila yang digelar mulai September hingga Desember 2026. Penilaian akan menitikberatkan pada empat pilar, dengan lingkungan dan ekonomi mendapat bobot lebih besar.

Ketua Satgas Kampung Pancasila Irvan Widyanto mengatakan seluruh RW di 153 kelurahan didorong ikut bersama seluruh RT di wilayahnya.

“Lomba Kampung Pancasila ini basis penilaiannya ada pada empat pilar,” kata Irvan, Selasa (18/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Empat pilar yang dinilai yakni lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, serta sosial budaya. Untuk lingkungan, indikatornya antara lain pemilahan dan pengolahan sampah dari tingkat rumah tangga.

Pilar kemasyarakatan mencakup keamanan lingkungan, seperti jadwal keamanan, penggunaan CCTV, hingga upaya mencegah pencurian kendaraan bermotor.

Baca Juga:  Surabaya dan Sejumlah Kota di Jatim Basah Sepanjang Hari

Sementara pilar ekonomi menilai kemandirian dan kepedulian warga, termasuk donasi untuk membantu warga yang membutuhkan serta perkembangan UMKM. Pilar sosial budaya mencakup kesehatan, pendidikan, dan perhatian terhadap anak putus sekolah.

Pendaftaran lomba dilakukan secara daring. Setelah launching pada September, tahapan dilanjutkan dengan seleksi administrasi dan verifikasi lapangan hingga Desember.

Salah satu dasar seleksi administrasi adalah data self assessment yang diisi RT dan RW melalui aplikasi Sayang Warga. Irvan meminta RT dan RW memastikan data yang diisi Kader Surabaya Hebat (KSH) sesuai kondisi di lapangan.

“Pak RT dan Pak RW harus mengecek pengisian di aplikasi Sayang Warga yang dilakukan ibu-ibu KSH,” imbuh Irvan yang juga Kepala BPBD Kota Surabaya ini.

Baca Juga:  KPK Tetapkan Tersangka Wali Kota Madiun

Data tersebut nantinya menghasilkan skor yang menjadi bagian dari penilaian awal sebelum peserta masuk tahap verifikasi lapangan.

Dari 1.360 RW, verifikasi lapangan tahap pertama akan menyaring menjadi 500 RW. Selanjutnya, verifikasi tahap kedua menentukan 200 RW terbaik.

Dari 200 RW itu, peserta dibagi menjadi kategori RW A untuk wilayah dengan lebih dari 10 RT dan RW B untuk wilayah dengan kurang dari 10 RT. Tahapan berikutnya mengerucutkan peserta menjadi 165 RW terbaik.

Irvan mengatakan keempat pilar tetap saling berkaitan. Namun, bobot terbesar diberikan pada pilar lingkungan dan ekonomi.

Baca Juga:  BMKG: Surabaya Teduh, Banyak Wilayah Jatim Berpotensi Hujan

“Penilaian terbesar nanti berasal dari pilar lingkungan dan pilar ekonomi,” ujar mantan Camat Rungkut ini.

Aspek lingkungan akan melihat pengelolaan sampah, sedangkan aspek ekonomi menilai geliat ekonomi warga dan kepedulian sosial melalui dukungan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Tim juri dalam verifikasi lapangan akan melibatkan perangkat daerah, akademisi, media, dan praktisi.

Menjelang peluncuran lomba, Irvan meminta perangkat daerah pengampu mulai mengedukasi dan mendorong RT-RW mempersiapkan wilayah masing-masing.

Dengan skema tersebut, Lomba Kampung Pancasila tidak sekadar mencari kampung terbaik, tetapi mendorong perubahan yang bisa terlihat langsung dari cara warga mengelola lingkungan, menjaga keamanan, dan menggerakkan ekonomi di wilayahnya. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB