Fenomena Pagar Besi di Mal Surabaya, Begini Pandangan Pakar Arsitektur UK Petra

- Publisher

Senin, 27 Juli 2026 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

i

Foto: Istimewa

Bicarasurabaya.com – Fenomena munculnya pagar besi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya belakangan menjadi perhatian publik. Selain dinilai berkaitan dengan aspek keamanan dan penataan kawasan, keberadaan pagar juga memunculkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap wajah kota dan kenyamanan ruang publik.

Rully Damayanti, S.T., M.Art., Ph.D., dosen Arsitektur & Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UK Petra. (Foto: dok Humas UK Petra Surabaya)

Dosen Arsitektur Universitas Kristen (UK) Petra, Rully Damayanti, menilai pemasangan pagar merupakan hal yang wajar apabila dilatarbelakangi kebutuhan keamanan, pengaturan sirkulasi pengunjung, maupun penyesuaian dengan pembangunan jalan di sekitar kawasan mal. Namun, dari sisi arsitektur, elemen tersebut tetap harus dirancang menyatu dengan karakter bangunan.

Baca Juga:  Saat Identitas Disalahgunakan, Surabaya Sedang Diuji

Menurut Rully, desain pagar idealnya memiliki kesinambungan dengan bangunan utama, baik dari segi material, warna, maupun bentuk. Keselarasan itu penting agar pagar tidak terlihat sebagai elemen yang berdiri sendiri dan mengurangi kualitas visual bangunan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain memengaruhi estetika, pagar juga berdampak pada kesan yang diterima masyarakat terhadap sebuah bangunan. Pagar yang terlalu tinggi, kata Rully, dapat membatasi pandangan ke area dalam sekaligus menciptakan kesan eksklusif. Padahal, pusat perbelanjaan merupakan ruang publik yang seharusnya tetap terasa terbuka dan mudah diakses masyarakat.

Baca Juga:  Kemensos Tahan Bansos 1.400 KPM Terindikasi Terlibat Judi Online

Dalam dunia arsitektur, pendekatan yang mengedepankan pembatasan akses dan keamanan dikenal sebagai arsitektur defensif. Konsep ini diterapkan untuk meminimalkan risiko kejahatan, vandalisme, hingga kerusakan fasilitas melalui elemen desain seperti pagar, dinding, pencahayaan, lanskap, serta pengaturan akses dan sirkulasi.

“Implementasinya dapat berupa pagar tinggi dengan bilah horizontal atau ujung tajam yang mengarah ke luar untuk menghambat intrusi,” ujar Rully dalam keterangannya yang diterima bicarasurabaya.com, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, prinsip arsitektur defensif tidak hanya diwujudkan lewat pagar. Penataan kolam air yang mengelilingi bangunan hingga penggunaan parit sebagai penghalang fisik juga pernah diterapkan pada bangunan pertahanan di masa lalu.

Baca Juga:  Kekeringan Meluas, Jatim Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Datangkan Hujan

Meski demikian, Rully mendorong pengelola kawasan mempertimbangkan konsep soft border atau pembatas yang lebih ramah. Konsep ini memanfaatkan elemen seperti pagar tanaman, material transparan, atau vegetasi sebagai batas kawasan tanpa menghilangkan keterbukaan visual.

Menurutnya, pagar dengan tinggi sekitar 80 sentimeter sudah cukup untuk menandai batas area sekaligus menjaga koneksi visual antara bangunan dan ruang publik.

“Keamanan tetap dapat terpenuhi tanpa menghilangkan kesan terbuka yang seharusnya dimiliki fasilitas publik,” pungkasnya. (BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB