Bicarasurabaya.com – KA Sangkuriang relasi Bandung-Surabaya Gubeng sempat berhenti luar biasa (BLB) setelah tertemper orang tak dikenal (OTK) di KM 32+3/4, petak jalan antara Stasiun Boharan dan Stasiun Sepanjang, Sidoarjo, Senin (13/7/2026) sekitar pukul 00.58 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya mengalami keterlambatan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, KA Sangkuriang mengalami keterlambatan sekitar 13 menit. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sarana, prasarana, dan jalur rel, perjalanan kereta kembali dilanjutkan dan operasional di lintas Boharan-Sepanjang berangsur normal.
“Kami menyampaikan keprihatinan atas insiden ini sekaligus memohon maaf kepada pelanggan atas keterlambatan perjalanan kereta,” kata Mahendro.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, penghentian sementara dilakukan sebagai prosedur standar untuk memastikan kondisi rangkaian kereta dan jalur rel tetap aman sebelum perjalanan dilanjutkan. Petugas juga langsung berkoordinasi dengan unsur pengamanan dan pihak terkait setelah menerima laporan dari Awak Sarana Perkeretaapian (ASP).
Akibat kejadian tersebut, sejumlah kereta api mengalami keterlambatan kedatangan di wilayah Daop 8 Surabaya, yakni:
KA Ranggajati relasi Cirebon-Surabaya Gubeng-Jember terlambat 93 menit.
KA Argo Semeru relasi Gambir-Surabaya Gubeng terlambat 63 menit.
KA Argo Wilis relasi Bandung-Surabaya Gubeng terlambat 21 menit.
KAI Daop 8 Surabaya mengingatkan masyarakat agar tidak berada atau beraktivitas di jalur rel karena merupakan kawasan terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional kereta api.
“Keselamatan merupakan prioritas utama. Kami mengajak masyarakat tidak memasuki jalur rel demi mencegah kecelakaan,” tegas Mahendro.
KAI juga menyatakan akan terus memperkuat edukasi keselamatan dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meminimalkan potensi insiden di jalur kereta api.(BS/za)











