Bicarasurabaya.com – Sebanyak 618.479 murid baru SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai Senin (13/7/2026). Dinas Pendidikan Jawa Timur menegaskan seluruh sekolah wajib menggelar MPLS yang edukatif, tanpa perpeloncoan, pungutan, maupun kekerasan.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan seluruh sekolah wajib mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
“Pelaksanaan MPLS harus menciptakan lingkungan belajar yang ramah, inklusif, serta bebas dari perpeloncoan dan kekerasan,” kata Aries.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sesuai aturan tersebut, MPLS dilaksanakan paling lama lima hari pada pekan pertama tahun ajaran baru. Materi yang diberikan meliputi pengenalan budaya sekolah, sistem pembelajaran, tata tertib, fasilitas sekolah, etika bermedia sosial, budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), program Pagi Ceria, serta Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Dindik Jatim juga melarang sekolah memungut biaya kepada peserta didik baru maupun mewajibkan penggunaan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif.
Aries menegaskan seluruh rangkaian MPLS menjadi tanggung jawab guru. Sementara itu, OSIS atau kakak kelas hanya bertugas mendampingi pelaksanaan kegiatan, bukan menjadi penanggung jawab.
Untuk mencegah perundungan, Dindik meminta sekolah memperketat pengawasan guru, menyediakan kanal pengaduan yang aman bagi siswa, serta menjatuhkan sanksi terhadap setiap pelanggaran. OSIS juga diminta mengisi MPLS dengan kegiatan yang edukatif, kolaboratif, sekaligus menyisipkan materi pencegahan bullying.
Pembukaan MPLS tingkat Provinsi Jawa Timur akan dipusatkan di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang. Agenda pembukaan antara lain Deklarasi Anti Rokok dan Rokok Elektrik di Lingkungan Sekolah serta Gema Integritas Sekolah. Sementara sekolah lainnya di Jawa Timur akan mengikuti kegiatan pembukaan secara daring.
Melalui pelaksanaan MPLS yang mengedepankan edukasi dan perlindungan siswa, Dindik Jatim berharap masa pengenalan sekolah menjadi pengalaman pertama yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik baru.(BS/za)









