Pemadaman Bergilir Bisa Rusak Elektronik, Ini Cara Mencegahnya

- Publisher

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: (ChatGPT)

i

Ilustrasi (Foto: (ChatGPT)

Bicarasurabaya.com – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi belakangan ini membuat banyak warga khawatir terhadap kondisi perangkat elektronik di rumah. Selain berisiko menghentikan aktivitas, mati listrik yang terjadi berulang dalam waktu singkat juga dapat memperpendek usia pakai sejumlah peralatan elektronik.

Dosen Departemen Teknik Elektro ITS, Dedet Candra Riawan, menjelaskan sebagian besar perangkat elektronik modern sangat sensitif terhadap perubahan tegangan listrik. Saat listrik padam lalu kembali menyala dalam waktu singkat, komponen elektronik dapat mengalami tekanan akibat perubahan arus yang mendadak.

“Meski setiap perangkat memiliki batas ketahanan tertentu, tetap ada titik kerentanan ketika menghadapi perubahan tegangan yang drastis,” kata Dedet.

Menurutnya, dampak pemadaman listrik tidak hanya berupa kerusakan perangkat, tetapi juga terganggunya proses kerja yang sedang berjalan. Pada rumah tangga, kondisi tersebut dapat mempercepat penurunan performa peralatan elektronik. Sementara pada sektor usaha, gangguan sesaat dapat memaksa sistem komputer atau mesin mengulang proses dari awal.

Dedet menjelaskan peralatan yang menggunakan motor induksi non-inverter, seperti kulkas model lama dan pompa air, termasuk yang paling rentan saat listrik padam mendadak. Karena itu, perangkat tersebut sebaiknya segera dicabut dari stop kontak ketika terjadi pemadaman.

Baca Juga:  Jual Miras Eceran Tanpa Izin, Toko di Surabaya Disegel Satpol PP

Untuk perangkat seperti AC non-inverter, pengguna disarankan mematikan AC melalui remote terlebih dahulu dan mencabut stekernya jika jadwal pemadaman telah diketahui. Setelah listrik kembali menyala, tunggu sekitar lima hingga 10 menit sebelum menghubungkannya kembali ke sumber listrik.

“Jangan langsung menyalakan perangkat saat tegangan belum stabil karena dapat membebani kompresor,” ujarnya.

Berbeda dengan perangkat non-inverter, elektronik berteknologi inverter umumnya telah dilengkapi sistem pengaman yang mampu meredam gangguan tegangan secara otomatis. Karena itu, perangkat jenis ini cukup dimatikan melalui remote dan tidak selalu perlu dicabut dari stop kontak.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Cetak Rekor Baru, Tembus Rp 2,5 Juta per Gram

Dedet juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu bergantung pada genset berkapasitas kecil. Sebab, perangkat tersebut sering kali menghasilkan tegangan yang kurang stabil dibandingkan pasokan listrik PLN, sehingga tetap berpotensi memengaruhi kinerja perangkat elektronik yang digunakan.

Menurutnya, perlindungan terbaik terhadap perangkat elektronik tidak selalu harus melalui alat yang mahal. Langkah sederhana seperti mematikan dan mencabut perangkat yang rentan saat pemadaman justru dapat membantu mengurangi risiko kerusakan serta memperpanjang usia pakai peralatan elektronik di rumah.(BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB